Polisi Tetapkan 2 Tersangka dalam Duel Pelajar Bogor Hingga Tewas

Polisi Tetapkan 2 Tersangka dalam Duel Pelajar Bogor Hingga Tewas
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Vento Saudale / WBP Selasa, 3 September 2019 | 13:13 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kepolisian resort (Polres) Bogor menetapkan menetapkan dua orang pelajar yakni J (17) dan AM (17) sebagai tersangka atas tewasnya pelajar SMK di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yaitu A (17) karena perkelahian pelajar pada Kamis, 22 Agustus lalu. Kedua tersangka diancam dengan UU Perlindungan Anak dan KUHP.

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky mengatakan, kasus tawuran ini terjadi di depan sebuah pabrik di Kampung Baru, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri pada pukul 23.30. Tersangka dan korban terlibat duel dengan menggunakan senjata tajam.

Berawal dari menyampaikan pesan di media sosial antarpelajar tersebut berujung janji untuk bertemu dan berkelahi di depan sebuah pabrik. Para pelajar tersebut menggunakan sepeda motor masing-masing bertemu di lokasi yang ditentukan.

Sesampai di lokasi, mereka duel dengan menggunakan senjata tajam. Akibat duel tersebut korban A terkena sabetan celurit di bagian tangan sebelah kanan, paha sebelah kanan dan kepala.

Melihat korban jatuh berdarah-darah, kedua pelaku melarikan diri. Sementara korban tidak lama tewas di tempat kejadian.

"Kita amankan J tersangka duel dan AM tersangka yang menyuruh serta menyiapkan senjata cerulit. Modusnya hanya karena gengsi antarsekolah dan untuk membuktikan mana yang kuat," tambah AM Dicky Senin (2/9).

Kedua tersangka dijerat Pasal 80 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 351 ayat (3) dan atau Pasal 338 KUHP Tentang Pembunuhan.

Kapolres A.M Dicky mengatakan, kasus tersebut jadi pembelajaran bagi semua pihak terutama pihak sekolah. "Pengawasan dari sekolah sangat diperlukan termasuk mengawasi penggunaan alat komunikasi media sosial," ujar AM Dicky.

Selain itu masyarakat dan orangtua juga harus memberikan pendidikan kepada anak yang duduk di bangku sekolah agar jangan terpengaruh dengan tawuran. "Yang rugi jika terjadi tawuran bukan saja pelajar, tapi juga lingkungan. Jadi ini harus jadi perhatian semua pihak," kata Kapolres.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menuturkan, pihaknya melakukan pendataan sekolah-sekolah yang pelajarnya kerap melakukan tawuran. Disdik dan Polres pun akan membentuk tim guna melakukan evaluasi itu.

“Kami akan memanggil sekolah-sekolah yang terlibat tawuran. Kami akan menyampaikan hal ini kepada bupati dan diteruskan kepada dinas pendidikan bekerja sama dengan provinsi karena levelnya SMK,” kata Entis Sutisna .

Terkait sanksi, kata Entis, pihak pemkab mengakui tidak bisa berbuat banyak. Disdik Kabupaten Bogor hanya mengumpulkan data dan selanjutnya akan menyerahkan hasil itu kepada pihak Kanwil Disdik di Provinsi Jabar.

“Ya bisa saja sanksinya teguran keras hingga penutupan sekolah, bila itu dianggap perlu. Tetapi itu kewenangan provinsi. Disdik di daerah hanya memberikan laporan, tidak dalam bentuk rekomendasi,” tambah Entis Sutisna.



Sumber: BeritaSatu.com