Ibu Rumah Tangga Edarkan Uang Palsu di Bekasi

Ibu Rumah Tangga Edarkan Uang Palsu di Bekasi
Ilustrasi uang palsu ( Foto: Antara/Didik Suhartono )
Mikael Niman / CAH Kamis, 5 September 2019 | 18:16 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Laela (38) ibu rumah tangga, diamankan anggota Reskrim Polsek Setu, Porestro Bekasi, Rabu (4/9/2019). Laela ditangkap setelah terbukti melakukan peredaran uang palsu di Kampung Cikedokan Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi‎.

"‎Pelaku ditangkap usai membeli biskut dan rokok di warung kelontong‎ dengan uang palsu," ujar Kapolsek Setu, AKP Wahid Key, Kamis (5/9/2019).

Dia mengatakan, penangkapan pelaku berawal adanya informasi masyarakat. Mulanya, warung kelontong milik Dahya, di Kampung Cikedokan, Desa Cibening, Setu, didatangi pelaku. Pelaku membeli makanan ringan dan rokok menggunakan uang pecahan Rp 20.000. Ketika hendak meninggalkan warung, pemilik warung mengabarkan jika uang yang diberikan adalah uang palsu.

"Tetapi pelaku, tidak mengakui dan tetap bersikeras jika uangnya merupakan uang asli," tuturnya.

Tak lama, pemilik warung menghubungi kepolisian sambil menahan pelaku untuk tidak meninggalkan lokasi warungnya. "Pemilik warung sadar, itu uang palsu yang diberikan pelaku," tuturnya.

Ketika digeledah polisi, ditemukan uang palsu pecahan Rp 20.000 dengan total senilai Rp 940.000.‎ "Kami masih melakukan pengembangan. Berdasarkan pengakuan pelaku, ia membeli uang palsu dari orang lain dengan harga murah," katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 244 KUHP Subsider 245 KUHP tentang uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 



Sumber: Suara Pembaruan