Modus Preman di Tanah Abang: Bila Tidak Dikasih, Gedor Mobil

Modus Preman di Tanah Abang: Bila Tidak Dikasih, Gedor Mobil
Ilustrasi kemacetan di sekitar Pasar Tanah Abang. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / FMB Jumat, 6 September 2019 | 15:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi mengamankan 10 orang, empat diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka terkait aksi pemalakan terhadap pengemudi mobil, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Modus mereka membantu lalu lintas dengan meminta imbalan uang, apabila tidak dikasih mobil digedor.

"Ketika bubaran pedagang Tasik (Pasar Tasik di Tanah Abang) mereka sengaja menyetop dan modusnya membantu lalu lintas dengan minta imbalan. Ketika dikasih Rp 500 mereka minta lebih, mereka minta Rp 2.000. Ada pemerasan. Kalau tidak dikasih gedor mobil dan minta paksa," ujar Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono, Jumat (6/9/2019).

Dikatakan Lukman, para pelaku tidak ada yang mengkoordinir. Mereka kebanyakan tunawisma atau tidak bekerja alias pengangguran.

"Mereka andalkan uang makan dari situ juga, mendapat Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per hari. Kebanyakan orang sana atau orang yang dulu tinggal di sana, tetapi mereka tahu kebiasan pedagangnya. Rata-rata sopir bisa keluar Rp 20.000," ungkap Lukman.

Lukman menyampaikan, para pelaku tidak membawa senjata tajam atau senjata api ketika melakukan aksinya memalak sopir.

"Mereka tidak terorganisir, tetapi mereka ramai-ramai dan spontanitas saling kenal. Mereka tidak bawa sajam dan senpi, sifatnya pak ogah atau juru parkir liar ketika putar balik, dan lain-lain. Mereka lebih ke preman yang sifatnya kecil-kecilan," katanya.

Menurut Lukman, polisi sudah sering menangkapi para preman itu, di Tanah Abang. Ketika ada polisi mereka menghilang, namun ketika tidak ada polisi mereka kembali lagi.

"Ini sudah sering kali ditangkap dengan modus sama, mereka kucing-kucingan. Kami terima video viral langsung perintahkan anggota cek ke lokasi, masih ada beberapa orang yang terekam langsung diamankan. 10 orang dibawa, empat orang cukup bukti untuk penyidikan. Dikenakan Pasal 368 KUHP, ancamannya di atas 5 tahun penjara," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, sebuah rekaman video berdurasi satu menit lewat satu detik, yang menggambarkan sekelompok pemuda yang memaksa meminta uang kepada pengemudi kendaraan, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Beberapa pelaku, terlihat sengaja berdiri di depan mobil sehingga mobil terhalang, dan pelaku lainnya meminta uang dengan paksa melalui kaca pintu depan sebelah kanan kepada pengemudi.



Sumber: BeritaSatu.com