Polisi Bekuk Pengemudi Ojol yang Aniaya Rekannya di Bekasi

Polisi Bekuk Pengemudi Ojol yang Aniaya Rekannya di Bekasi
ilustrasi ( Foto: istimewa )
Mikael Niman / CAH Sabtu, 14 September 2019 | 21:47 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Anggota Reskrim Polrestro Bekasi Kota menangkap pengemudi ojek online (ojol) yang sempat menusuk leher kroban bernama Herwin (40) di Halte Lotus Perum Summarecon Bekasi, Jalan Boulevard, Bekasi Utara, Kota Bekasi pada, Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 23.20 WIB.‎ Pelaku merupakan, rekan korban yang baru dikenalnya empat hari sebelum kejadian tragis tersebut.

Menurut Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, pelaku bernama Michael Wijaya (32).

"Pelaku kini telah mendekam di sel Mapolsek Bekasi Utara," ujar Erna Ruswing Andari, Sabtu (14/9/2019).

Dia menambahkan, pelaku selamat dari insiden tersebut dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Penyidik berhasil mengungkap motif pelaku. Mulanya korban dan pelaku akan bertransaksi akun ojek online milik pelaku. "Korban sudah menyerahkan smartphone dan uang tunai kepada pelaku sebesar Rp 600.000. Namun, verifikasi wajah untuk akun belum diterima korban selama satu hari," katanya.

Hingga berjalannya waktu, tak ada kabar sehingga korban berniat melakukan pembatalan pembelian akun milik pelaku. Dari situ pelaku mulai emosi ketika korban menyatroni rumah pelaku.

Pelaku telah menyiapkan sebilah pisau di jaketnya. Pelaku sudah berniat melakukan aksi kekerasan kepada korban lantaran smartphone milik korban sudah di jual oleh pelaku senilai Rp 700.000 melalui media sosial.

"Pelaku terkendala tidak memiliki uang untuk mengembalikan barang milik korban, yang telah dijual," katanya.

Pelaku menganiaya korban dengan cara membungkam mulut korban dan tangan kanannya mengambil pisau yang sudah di siapkan dari dalam jaket dan ditusukkan ke arah leher kanan korban sebanyak satu kali hingga pisau tersebut menembus leher kiri korban.

Polisi menyita barang bukti berupa 1 kaos dalam warna putih yang berlumuran darah, kaos warna hitam-putih berlumuran darah dan celana jins panjang warna hitam berlumuran darah dari milik korban. Kini, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 2 UU Darurat Tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun penjara. 



Sumber: Suara Pembaruan