Polresta Bogor Ungkap 2 Kasus Pembunuhan

Polresta Bogor Ungkap 2 Kasus Pembunuhan
Frida Rahmayanti (31) ibu kantung balita SU (4) yang tewas dianiaya ibu tiri ditemui di Mapolresta, Bogor Kota, Jumat (13/9/2019) malam. ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Jumat, 20 September 2019 | 11:11 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Dalam dua pekan terakhir, Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap dua kasus pembunuhan. Salah satunya kasus penganiayaan yang menyebabkan seorang anak tewas.

Dalam kasus pembunuhan pertama, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota menangkap seorang juru parkir (jukir) DST atau Dadun (43), pelaku penusukan Daud Muslim (48) pedagang ikan di Pasar Bogor, di Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Pelaku ditangkap sehari setelah insiden penusukan yang terjadi di lantai dua pasar Bogor pada 23 Agustus 2019. Polisi menduga kasus penusukan tersebut dilatari motif asmara.

“Hasil pemeriksaan, yang bersangkutan membunuh karena diduga kuat istri pelaku ada hubungan khusus dengan korban," ungkap Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser Jumat (20/9/2019).

Hendri melanjutkan, tersangka sebelum melakukan aksinya sempat menyelidiki dahulu karena menaruh curiga adanya hubungan asmara antara istrinya dengan korban. Bahkan istrinya juga mengakui menjalin hubungan dengan korban.

"Dadun mengetahui ada indikasi bahwa korban ada hubungan khusus dengan istrinya. Dia lakukan penyelidikan, kemudian mendesak istrinya dan akhirnya istrinya mengakui. Setelah itu, dia punya niat membunuh korban," tambahnya.

Pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana 340 KHUP, dan atau Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Selanjutnya, polisi juga berhasil mengungkap motif penganiayaan ibu ZFL (20) terhadap SU (4), warga Kampung Situpete RT 04/10, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, hingga SU meninggal pada Kamis (19/9/2019) siang.

Kapolresta Bogor Kota Hendri Fiuser menyebut, peristiwa penganiayaan SU berawal dari kekesalannya ZFL terhadap anak kandungnya, sehingga anak tirinya (SU) inilah yang menjadi pelampiasannya.

"Terakhir kali, karena ZFL kesal, ibu tiri ini menjambak, mencubit lengan dan dada US, kemudian kepala anak tirinya dibenturkan ke tembok. Dari hasil otopsi, tengkorak belakangnya pecah dan retak," ungkap Hendri.

Hendri melanjutkan, penganiayaan ZFL kepada anak tirinya itu sudah dilakukan beberapa kali dan kasus ini ditangani unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polresta Bogor Kota dan proses hukum berjalan seperti biasa. Untuk teknis semua sudah dilengkapi dan penyelidikan juga sudah berjalan.

Sebelumnya diketahui, SU anak berusia 4 tahun 8 bulan, warga Tanah Sareal, Kota Bogor tewas setelah di bawa Puskesmas Mekarwangi.

Namun saat berada di Puskesmas Mekarwangi kondisi SU penuh dengan lembam di punggung dan tangan. Melihat kondisi tersebut petugas puskesmas melapor Polsek Tanah Sareal, Kota Bogor.



Sumber: Suara Pembaruan