TNI Bantah Lindungi Demonstran di Mes Lumba-lumba

TNI Bantah Lindungi Demonstran di Mes Lumba-lumba
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. ( Foto: ANTARA FOTO / M Risyal Hidayat )
Robertus Wardi / YUD Kamis, 26 September 2019 | 18:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengemukakan tidak ada upaya dari TNI untuk melindungi para demonstran, apalagi perusuh. Pernyataan tersebut ditegaskan Panglima terkait insiden di Wisma TNI AL atau Kompleks Lumba-lumba, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dalam aksi demonstrasi pada Rabu (25/9/2019) malam. Apa yang terjadi adalah para demonstran lari ke kompleks TNI AL karena dikejar polisi. TNI AL pun sudah meminta para demonstran tersebut untuk keluar dari kompleks Lumba-lumba.

“Sesuai dengan UU bahwa pengunjuk rasa tidak boleh masuk ke instansi militer, termasuk di wilayah wisma Lumba-Lumba tersebut. Kebetulan mes lumba-lumba juga dijaga oleh satu pleton marinir yang bertugas untuk menjaga keamanan. Anggota TNI, khususnya marinir yang ada di mes Lumba-Lumba itu justru membantu mengusir para pendemo untuk keluar dan mundur sampai ke Bendungan Hilir,” kata Hadi dalam konferensi pers di Kementerian Polhukam, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Sebagaimana diketahui sepanjang Kamis ini beredar video polisi menembakkan gas air mata ke Wisma TNI AL atau Kompleks Lumba-lumba di Bendungan Hilir. Dalam video itu, polisi tampak mengumpat kepada prajurit marinir sehingga suasana tampak tegang.

Hadi memastikan tidak ada masalah antara TNI dan Polri dalam peristiwa itu. TNI dan Polri tetap solid dan bersama-sama menjaga keamanan negara, terutama dalam menghadapi aksi-aksi unjukrasa belakanga ini.

Terkait penembakan gas air mata, dia melihat hal itu masalah biasa. Dalam kegaitan penanganan aksi unjukrasa, wilayah-wilayah di sekitar lokasi unjukrasa bisa terkena semprotan gas air mata.

“Adanya tembakan gas air mata yang masuk ke wilayah mes Lumba-lumba itu saya kira jangankan di mes lumba-lumba, di depan istana negara pun pada waktu unjuk rasa, kantor saya di Merdeka Barat juga kemasukan gas air mata hampir masuk ke halaman belakang. Sama halnya dengan yang di mes Lumba-lumba,” tutur Hadi.

Dia menegaskan dukungan TNI terhadap Polri tidak pernah berkurang. TNI terus melaksanakan dukungan pengamananan kepada Polri dalam menghadapi aksi unjukrasa.

“Sampai saat ini tidak permasalahn antara TNI dan Polri terkait tugas pengamanan khususnya di wilayah titik kritis. Hingga hari ini kita terus melaksanakan dukungan pengamanana untuk Polri,” tutup Hadi.



Sumber: Suara Pembaruan