Anggota Polisi yang Tendang Ojol Dipindahtugaskan

Anggota Polisi yang Tendang Ojol Dipindahtugaskan
Kapolres Kota Bogor, Kombes Pol Hendri usai melakukan mediasi pascakejadian arogansi anggota Polresta yang menendang pengemudi ojek online di Mapolresta Bogor, Sabtu (5/10/2019). ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Minggu, 6 Oktober 2019 | 09:58 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Salah satu anggota dari Polresta Bogor Kota, Aipda Lizma, yang viral setelah menendang salah satu pengemudi ojek online (ojol) dipindahtugaskan menjadi staf. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser menyayangkan aksi anggotanya karena tidak bisa menahan emosinya saat bertugas.

"Prinsipnya, permasalahan sudah selesai. Masing-masing pihak memahami kekhilafannya, baik dari ojol maupun kepolisian. Namun anggota tetap akan diberikan tindakan, akan dipindahkan dari fungsi pelayanan, mungkin di staf supaya tidak bersentuhan dengan masyarakat," kata Kombes Pol Hendri Fiuser saat ditemui usai melakukan audiensi dengan pihak ojek online di Polresta Bogor Kota, Sabtu (5/10/2019) malam.

Dia mengatakan, pada saat kejadian itu sebetulnya anggotanya sudah mengingatkan pengemudi ojol yang bernama Kholil agar tidak menerobos jalan yang disterilkan untuk laju Presiden Jokowi. Kondisi jalan tersebut telah dibuat steril untuk kegiatan PAM VVIP lantaran presiden menghadiri HUT TNI di Halim Perdanakusuma di Jakarta dan akan kembali ke Istana Bogor. Pada saat rangkaian kebesaran, jalan memang harus steril dari radius tiga sampai lima kilometer namun pengemudi tersebut menghiraukan apa yang diminta oleh anggota kepolisian dan tetap menerobos jalan yang sudah steril. Karena tidak sabar, kata dia, akhirnya Aipda Lizma menendang pengemudi ojol tersebut.

"Pada saat kejadian itu, oknum ojol tetap ditilang dan anggota tetap diberikan sanksi," kata dia.

Lebih lanjut, Hendri mengatakan, semua anggota Polri harus mematuhi peraturan pemerintah (PP) nomor 2 tahun 2003 tentang disiplin anggota kepolisian. Sehingga bagi semua anggota yang melanggar bisa dipindahkan fungsinya.

"Jadi anggota Polri yang melanggar bisa dipindahkan dari fungsinya dari yang bagian pelayanan menjadi staf atau pindah unit," jelasnya.

Sebelumnya beredar video viral seorang polisi melakukan pemukulan kepada pengendara ojek online di Kota Bogor. Dari video kejadian berada di Simpang Tugu Kujang, Jalan Otto Iskadandardinata, Sabtu (5/10/2019) siang.

Dalam video itu, nampak seorang dua orang anggota polisi menghardik seorang pengendara ojek online di tengah jalan sambil menendang. Sedangkan seorang polisi lainnya, dengan suara keras berujar.

“Mau ada presiden g****k,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com