Munarman Dicecar Soal Peristiwa di Masjid Al Falah

Munarman Dicecar Soal Peristiwa di Masjid Al Falah
Munarman bersiap menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. Munarman dan Rizieq diperiksa terkait kasus dugaan makar. ( Foto: BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / HA Kamis, 10 Oktober 2019 | 04:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus penganiayaan Ninoy Karundeng, di Mapolda Metro Jaya, rabu (9/10/2019) malam. Dia ditanya apakah mengetahui peristiwa penganiayaan itu, termasuk tentang rekaman kamera pengawas atau CCTV di Masjid Al Falah Pejompongan, Jakarta Pusat.

"Intinya tentang apakah saya mengetahui peristiwa di Masjid Al-Falah, saya bilang saya tidak tahu peristiwa itu. Jadi terkait klarifikasi soal ada konsultasi hukum dari salah satu tersangka (S) yang kebetulan DKM Masjid Al-Falah, kepada saya selaku orang yang berprofesi di dunia hukum sebagai advokat," ujar Munarman usai pemeriksaan.

Munarman menambahkan, tersangka S berkonsultasi mengenai adanya sebuah peristiwa, di Masjid Al Falah, Senin (30/9/2019) malam.

"Jadi dia berkonsultasi mengenai kepengurusan Masjid Al-Falah yang pada tanggal 30 malam, itu ada peristiwa di Masjid Al Falah. Saya tidak tahu persis peristiwanya apa, nah jadi terkait soal itu. Kemudian yang kedua soal rekaman CCTV di masjid, yang di situ kan ada berbagai macam rekaman tuh, nah saya minta CCTV itu untuk saya lihat. Supaya saya selaku orang hukum bisa meng-assessment kondisi masjid seperti apa. Sehingga saya bisa menilai, memperkirakan langkah-langkah hukum apa yang perlu saya berikan kepada para pengurus masjid, sebenarnya begitu saja," ungkapnya.

Menurut Munarman, konsultasi masalah hukum itu juga dilakukan dua hari setelah peristiwa penganiayaan terhadap Ninoy.

"Konsultasinya salah satu tersangka yang kebetulan pengurus masjid itu adalah tanggal 2 Oktober. Jadi dua hari setelah peristiwa di Masjid Al Falah," katanya.

Menyoal rekaman CCTV di Masjid Al-Falah, Munarman mengaku belum melihatnya. "CCTV masjid, saya sendiri belum lihat. Saya belum dapat. Tidak ada ya (dirinya tidak berada di lokasi)," tandasnya.

Sementara itu, Samsul Bahri, selaku pengacara Munarman, menyebutkan kliennya diberi 20 pertanyaan oleh penyidik dalam pemeriksaan. Kemudian, tidak ada pemeriksaan konfrontasi antara Munarman dengan tersangka S.

"Warga negara yang baik sudah memberikan keterangan, panggilan polisi sudah dipenuhi. Ada 20 pertanyaan dan sudah dijawab. Nggak ada (dikonfrontir)," katanya.

Sebelumnya diketahui, penyidik memanggil Munarman untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penganiayaan Ninoy Karundeng, hari ini.

Munarman yang datang bersama kuasa hukumnya, masuk ke dalam Gedung Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sekitar pukul 11.15 WIB siang tadi. Dia baru keluar dari ruangan penyidik pada pukul 22.30 WIB.



Sumber: BeritaSatu.com