8 Ruko Berderet di Kelapa Gading Dijadikan Kasino

8 Ruko Berderet di Kelapa Gading Dijadikan Kasino
Sebuah ruko besar 5 lantai yang terdiri dari 8 ukuran ruko standar dijadikan arena judi kasino pada salah satu ruangan di lantai dua Jumat (11/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / WBP Jumat, 11 Oktober 2019 | 20:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengrebek kasino sebagai tempat perjudian di Jalan Boulevard Barat Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara pada Kamis (10/10/2019) malam. Penggerebekan bangunan besar lima lantai yang terdiri dari delapan ruko berderet ini pengembangan jaringan kasino di lantai 29 di Apartemen Robinson, Kelurahan Pejagalan.

"Tersangka DPO (daftar pencarian orang) berinisial MR mempunyai tempat di ruko Kelapa Gading yang sudah siap untuk dioperasionalkan untuk perjudian," ujar Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng, Jumat (11/10/2019) siang di lokasi bersama sejumlah personel Ditreskrimum Polda Metro Jaya kepada awak media.

Gede menjelaskan MR merupakan salah satu penyandang dana kegiatan perjudian di lantai 29 Apartemen Robinson.

Saat digrebek semalam tidak ada orang yang diamankan karena kondisi ruko dalam keadaan kosong dan hanya terdapat sejumlah meja dan peralatan judi. Polisi setidaknya mengamankan 16 meja dan 24 kursi judi.

Ketika Beritasatu.com mendatangi lokasi, ruko seperti sudah lama tidak ditempati. Bagian depan tertulis KG Family Station Rekreasi Keluarga, pihak yang menggunakan sebelum ruko tersebut menjadi kasino. Tampak juga spanduk yang menyatakan ruko tersebut dijual.

Saat memasuki ruangan, kondisi ruko berantakan dan gelap karena jaringan listrik sudah dimatikan. Pada lantai pertama terdapat ruangan permainan ketangkasan ding dong.

Sementara di lantai dua, ada belasan meja judi berbagi jenis yang tidak jauh berbeda seperti yang ditemukan di Apartemen Robinson. Namun kondisi meja ini agak usang dan berdebu.

Sedangkan ketika menginjakkan kaki ke lantai 3 dan 4, tampak gudang besar terbengkalai. Di sejumlah lantai terdapat kamera pengintai atau CCTV.

"Kita akan terus mengembangkan tempat-tempat yang dijadikan kasino seperti lokasi seperti di Robinson dan Kelapa Gading ini," tutur I Gede Nyeneng.

Salah satu petugas security Sumardi menyebutkan sudah satu tahun terakhir tidak ada aktivitas di ruko tersebut. "Ruko itu akan dijual dan kita juga tidak boleh masuk," ujar Sumardi.



Sumber: Suara Pembaruan