Ini Peran Para Tersangka Penganiayaan Ninoy

Ini Peran Para Tersangka Penganiayaan Ninoy
Ninoy Karundeng (tengah). ( Foto: Facebook Ninoy Karundeng )
Bayu Marhaenjati / YUD Selasa, 22 Oktober 2019 | 16:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah menangkap 15 tersangka kasus penganiayaan pegiat media sosial Ninoy Karundeng, di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, mereka memiliki peran masing-masing mulai dari menyebarkan video pengeroyokan dan penghasutan, mencuri data, menganiaya, hingga berniat membunuh Ninoy menggunakan kampak.

Berikut peran-peran para tersangka lainnya:

1. AA, laki-laki, 42 tahun. Pekerjaaan desain grafis, diamankan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, tanggal 1 Oktober 2019.

Peran:
- Menyebarkan video pengeroyokan terhadap Ninoy Karundeng.
- Menyebarkan konten penghasutan dan hate speech (ujaran kebencian) di WhatsApp Grup (WAG) berinisial GMF.

2. YY, perempuan, 54 tahun. Pekerjaan konsultan keuangan di bidang perbankan. Ditangkap di Jalan Raya Semplak, Bogor, Jawa Barat, tanggal 1 Oktober 2019.

Peran:
- Menyebarkan video pengeroyokan terhadap Ninoy Karundeng.
- Menyebarkan konten penghasutan dan hate speech (ujaran kebencian) di WhatsApp Grup (WAG) berinisial TDB.

3. ARS, perempuan, 52 tahun, ditangkao di Pondok Aren, Tangerang Selatan, tanggal 2 Oktober 2019.

Peran:
- Menyebarkan video pengeroyokan terhadap Ninoy Karundeng.
- Menyebarkan konten penghasutan dan hate speech (ujaran kebencian) di WhatsApp Grup (WAG) GMF.

4. RF, laki-laki, 22 tahun, mahasiswa, diamankan di sebuah rumah makan, di Jalan Danau Toba, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Peran :
- Mengetahui dan mendengar rencana para pelaku untuk membunuh korban Ninoy Karundeng dengan menggunakan kampak. Setelah itu, jenasahnya akan diletakkan di salah satu titik kerusuhan, sehingga seolah-olah Ninoy merupakan korban kerusuhan dan tindakan represif kepolisian. Namun, rencana itu gagal karena ambulans yang tadinya akan mereka gunakan sampai waktu yang ditentukan tidak bisa dihadirkan di TKP.
- Menerima barang milik korban berupa flasdisk, sim card, memori card.
- Memindahkan data-data korban.
- Mengetahui dan melihat korban pada saat diinterogasi dan dipukuli.

5. Ir. S, laki-laki, 49 tahun. Pekerjaan wiraswasta, diamankan di tempat makam, di Jalan Danau Toba, Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tanggal 2 Oktober.

Peran :
- Mengetahui dan melihat korban diinterogasi dan dipukuli.
- Mendapatkan pesan WA bahwa tersangka F sedang dicari polisi.
- Meng-copy data dan mencoba menghapus rekaman CCTV.

6. TRI, perempuan, 59 tahun.

Peran :
- Pada awalnya mengantarkan logistik, namun selanjutnya dimintai bantuan memindahkan data.

7. SR, laki-laki, 39 tahun.

Peran :
1. Pada Tanggal 2 Oktober 2019, dihubungi untuk melakukan back up daya flashdisk milik korban, kemudian memberikannya ke saudara S.

8. RI alias Baros, laki-laki, 30 tahun, diamankan di Joglo, Jakarta Barat, tanggal 3 Oktober.

Peran :
- Mengetahui dan melihat korban sedang diinterogasi serta dipukuli.
- Membantu dan merekam video.
- Mengetahui dan mendengar rencana para pelaku membunuh korban.

9. ABK, laki-laki, 30 tahun.
Peran:

- Menganiaya korban dengan cara memukul korban ke arah wajah menggunakan tangan empat sampai lima kali sesuai dengan CCTV.
- Menginterogasi korban sambil merekamnya dalam video yang viral;
- Ikut merencanakan pembunuhan terhadap Korban.

10. R, laki-laki, 47 tahun.

Peran :
- Ada di TKP, pada saat kejadian dan ikut menganiaya korban;
- Menginterogasi dan mengintimidasi korban.

11. BDY alias Bernard, laki-laki, 45 tahun, diamankan di Jalan Tol Dalam Kota, tanggal 7 Oktober 2019.

Peran :
- Membawa korban ke dalam masjid, memerintahkan korban agar tidak pergi dari masjid;
- Membantu tersangka lain untuk menginterograsi korban.

12. F alias Ferry, laki-laki, 47 tahun.

Peran :
- Berada di TKP saat kejadian;
- Selaku Ketua Harian DKM Masjid Al Falah, mengetahui bahwa korban ada di lantai bawah pada saat peristiwa korban disekap dan diinterogasi;
- Melalui tim medis menyuruh korban membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mempermasalahkan peristiwa yang terjadi.

13. IZH, perempuan, 36 tahun, pekerjaan dokter, ditangkap di Cibinong, tanggal 10 Oktober 2019.

Peran :
- Ada di TKP saat kejadian
- Ikut interograsi korban;
- Memesan angkutan barang melalui aplikasi online (Go Box).

14. YI alias Jerri, laki-laki, 52 tahun.

Peran :
- Berada di TKP saat kejadian;
- Ikut menganiaya korban.



Sumber: BeritaSatu.com