Pemanjat Patung Pancoran Diduga Langgar Perda

Pemanjat Patung Pancoran Diduga Langgar Perda
Spanduk yang dibentangkan Green Peace di Patung Pancoran, Jakarta Selatan. ( Foto: @GreenpeaceID )
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 23 Oktober 2019 | 16:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lima orang yang nekat memanjat dan membentangkan spanduk di Patung Dirgantara atau biasa dikenal dengan sebutan Patung Pancoran, Jakarta Selatan, telah berhasil dievakuasi. Mereka kemudian diserahkan ke Satpol PP karena diduga melanggar peraturan daerah (Perda).

"Kasus dilimpahkan ke Satpol PP Jakarta Selatan untuk proses tipiring (tindak pidana ringan), pelanggaran Perda," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Bastoni Purnama, Rabu (23/10/2019).

Dikatakan Bastoni, mereka memanjat Patung Pancoran, dan memasang spanduk berwarna dasar kuning dengan ukuran kurang lebih 5x5 meter, sekitar pukul 09.00 WIB.

Pada spanduk itu tertulis, "Orang Baik Pilih Energi Baik, Green Peace#Reformasi Dikorupsi" dan "Lawan Perusak Hutan, Green Peace#Reformasi Dikorupsi".

Bastoni menyampaikan, pada pukul 10.00 WIB, kendaraan Bronto Skylift milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta datang untuk melakukan evakuasi di lokasi.

"Para pihak negosiator akhirnya berhasil membujuk para anggota Green Peace yang berjumlah lima orang (tiga orang laki-laki, dua orang perempuan), untuk turun," ungkapnya.

Menurut Bastoni, kelompok pecinta lingkungan itu, tidak mau dimintai data-data pribadi dan hanya menyebutkan nama panggilan saja. Kelimanya atas nama Pani, Muksi, Zainudin, Indah, dan Anggara.

Sementara itu, Wakapolsek Tebet AKP Rusdi Dalby mengatakan, mereka sengaja memanjat untuk mencari perhatian dan mengingatkan masyarakat agar peduli dengan lingkungan.

"Sengaja cari perhatian kepada masyarakat luas dan mengingatkan kita masalah lingkungan hidup, tentang asap dan kabut yang ada di Palembang dan Riau," kata Rusdi.

Pada saat proses evakuasi, Polri, Dinas Gulkarmat dan Satpol PP melakukan langkah persuasif, meminta agar para pemanjat itu mau turun. "Tadi kami persuasif, kami ajak untuk turun. Ada lima orang," ucap Rusdi yang turut dalam proses evakuasi.

Menurut Rusdi, selanjutnya mereka diserahkan ke Satpol PP, terkait dugaan pelanggaran Perda. "Kami koordinasi dengan pihak terkait baik itu kecamatan, Satpol PP. Untuk pelanggaran ada di kecamatan, jadi seperti ada pemasangan spanduk itu kan melanggar Perda," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com