Polisi Tangkap Pembegal Anak Venna Melinda

Polisi Tangkap Pembegal Anak Venna Melinda
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 24 Oktober 2019 | 18:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membekuk tiga pelaku percobaan pencurian dengan kekerasan terhadap korban Atthala Naufal yang merupakan anak artis Venna Melinda. Percobaan pencurian tersebut dilakukan di samping SPBU, Jalan Moch Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kelompok pelaku melancarkan aksi menggunakan modus menghentikan korban di tengah jalan atau biasa dikenal dengan sebutan begal.

Kasubbit Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng mengatakan, kasus percobaan pencurian dengan kekerasan dan disertai pengeroyokan ini bermula ketika korban Atthala, menggunakan mobil, pulang dari rumah temannya di daerah Pasar Minggu menuju Jagakarsa, sekitar pukul 04.00 WIB. Ketika itu, korban sudah merasa dibuntuti sebuah angkutan kota (angkot).

Benar saja, angkot itu pun memepet dan memalangi jalan korban, di samping SPBU, Jalan Moch Kahfi I, Jagakarsa. "Korban dipepet dan diberhentikan oleh kendaraan angkot ini di TKP," ujar I Gede, Kamis (24/10/2019).

Sejurus kemudian, dua tersangka turun dan langsung menggebrak mobil korban. Salah satu tersangka berinisial LH meminta korban membuka pintu, setelah dibuka korban ditarik jaketnya dan dipukul.

I Gede menambahkan, tersangka DH juga berupaya memukul korban menggunakan dongkrak, namun berhasil dihalangi atau ditangkap warga sekitar. Ketika itu, warga mengira ada perselisihan akibat kecelakaan lalu lintas antara pelaku dan korban.

"Jadi diduga ada perselisihan, ada kecelakaan lalu lintas. Namun, setelah diungkap kelompok ini berniat melakukan pencurian atau begal," ungkapnya.

Menurut I Gede, menurut keterangan korban pelaku berjumlah lima orang, namun yang ditetapkan tersangka tiga orang, dua lainnya jadi saksi karena tidak ikut melakukan tindak kejahatan.

"Pertama tersangka LH yang punya inisiatif pencurian dan mengetok pintu korban serta pemukalan. Sebelum kasus ini sudah pernah dua kali masuk penjara kasus pencurian dan pembunuhan. Tersangka kedua YW, perannya menjadi sopir angkot yang menghalangi mobil korban. Tersangka terakhir DH, perannya ingin mengambil barang dari mobil korban, tapi karena ramai masyarakat niatnya tidak dilaksanakan. Dia juga ikut memukul pundak (korban) sekali," katanya.

Polisi menangkap tersangka LH, di tempat pencucian mobil, di daerah Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sekitar pukul 04.45, Rabu (23/10/2019) kemarin. Kemudian, melakukan pengembangan dan menangkap tersangka YW di Jalan Timbul, Jagakarsa, sekitar pukul 05.30 WIB. Terakhir, penyidik menangkap DH, di Cilandak, sekitar pukul 05.40 WIB.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 53 KUHP jo Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com