Buronan Kasus Penganiayaan Ninoy Menyerahkan Diri

Buronan Kasus Penganiayaan Ninoy Menyerahkan Diri
SA (memakai topi), tersangka kasus penganiayaan Ninoy Karundeng menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 24 Oktober 2019 | 18:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Shairil Anwar (36) alias SA, tersangka kasus penganiayaan terhadap pegiat media sosial Ninoy Karundeng, akhirnya menyerahkan diri, Kamis (24/10/2019). SA sebelumnya tercatat dalam lembaran daftar pencarian orang (DPO) atau buronan.

SA menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya, didampingi pengurus Dewan Kehormatan Masjid (DKM) Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Baca juga: Tersangka Penganiayaan Ninoy Dijerat Pasal Berlapis

Ketua Harian DKM Masjid Al Falah, Ferry mengatakan, tersangka SA datang ke masjid dan meminta diantarkan ke Polda Metro Jaya pada siang tadi. Selanjutnya, pengurus membawa SA ke Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

"Kami DKM Masjid Al Falah beritikad baik membawa satu orang DPO. Beliau datang ke kami untuk menyerahkan diri. Jadi terduga DPO datang ke kami untuk minta diantarkan ke penyidik Resmob. Atas itikad baik itu kami hubungkan pihak kepolisian. Saat ini masih diperiksa penyidik di dalam," ujar Ferry, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/10/2019).

Baca juga: Kasus Penganiayaan Ninoy, Polisi Buru Suami Dokter IZH

Dikatakan Ferry, tersangka SA terlihat menyesali perbuatannya dan mau menyerahkan diri untuk menyelasaikan permasalahan hukumnya.

"Dia datang menyerahkan diri untuk selesaikan proses, karena ada rasa takut dan dia menyesali. Dia berfikir hari ini waktu tepat dia serahkan diri," katanya.

Sebelumnya, penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, memburu tersangka SA (36), yang merupakan suami tersangka dokter IZH, terkait kasus penganiayaan terhadap pegiat media sosial Ninoy Karundeng. Peran SA adalah memberikan komando penganiayaan dan intimidasi.

Baca juga: Polisi Tangkap 15 Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

"Kami ada daftar pencarian orang (DPO), inisial SA, diduga kuat suami IZH, alamat Kalibata Timur, karyawan swasta. Perannya memberikan komando untuk melakukan penganiayaan dan intimidasi terhadap korban sampai dengan saudara Ninoy Karundeng dipulangkan," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/10/2019) kemarin.

Baca juga: Ninoy Ungkap Sosok Pria yang Menginterogasinya

Dikatakan Dedy, demi menjamin kepastian hukum, penyidik akan memastikan SA yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO) akan dicari sampai dapat.

"Tidak ada kedaluwarsa dalam pencarian yang bersangkutan. Sehingga kami imbau akan lebih baik apabila yang bersangkutan kemudian sadar, insyaf dan menyerahkan diri. Kalaupun tidak menyerahkan diri tidak masalah, karena kami pihak kepolisian akan melakukan berbagai cara, upaya, sesuai dengan aturan undang-undang untuk mendapatkan yang bersangkutan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan sidang pengadilan," tegasnya.

Hingga saat ini, polisi telah mengamankan 16 tersangka terkait kasus penganiyaan terhadap Ninoy Karundeng. Mereka berinsial AA (42), YY (54), ARS (52), RF (22), Ir. S (49), Tri (59), SR (39), RI alias Baros (30), ABK (30), R (47), IA (57), BDY (45), F (47), IZH (36), YI (52), dan SA (36).



Sumber: BeritaSatu.com