Kasus Video Asusila, Gisel Lapor Polisi

Kasus Video Asusila, Gisel Lapor Polisi
Aktris Gisella Anastasia (kiri) dengan didampingi pengacaranya mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat 25 Oktober 2019 untuk melaporkan sejumlah akun media sosial yang menyebarkan video syur dengan narasi seolah-olah pemeran wanita dalam video tersebut adalah dirinya. ( Foto: dok Polda Metro Jaya )
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 25 Oktober 2019 | 20:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Artis Gissela Anastasia akhirnya mengambil langkah hukum, terkait beredarnya video porno yang mencatut namanya. Dia melaporkan sejumlah akun media sosial tentang penyebaran video yang memuat asusila, pencemaran nama baik dan atau menyebarluaskan video yang bermuatan pornografi.

Diketahui, belakangan nama Gisel ramai dibicarakan di jagat maya. Sebab, beredar sebuah video porno yang pemeran perempuannya disebut-sebut mirip dirinya. Gisel pun dengan tegas membantah kalau itu bukan dia.

Finalis salah satu ajang pencarian bakat itu, kemudian mengambil langkah hukum dengan melaporkan sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan video porno dan mencatut namanya itu, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Laporannya, tercatat dengan nomor laporan LP/6864/X/2019/Dit. Reskrimsus, tanggal 25 Oktober 2019.

Gisel mengakui telah mengalami banyak kerugian akibat pencemaran nama baik yang dialaminya. Dirinya membuat laporan agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi.

"Kerugiannya banyak banget, saya perempuan, punya anak kecil, segala macam sudah, keluarga. Jadi supaya nggak terulang lagi baik pada saya dan orang lain juga hal-hal seperti ini, biar ada jeranya. Yang dilaporin banyak akun," ujar Gisel, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/10/2019).

Sementara itu, Sandy Arifin, selaku kuasa hukum Gisel menyampaikan, pihaknya sudah resmi melaporkan sejumlah pemilik akun media sosial seperti Instagram, Twitter dan Facebook, termasuk beberapa grup WhatsApp dan tautan situs.

"Semuanya sudah kita laporkan dan buktinya tadi sudah disampaikan ke pihak kepolisian oleh mba Gisel, dan selanjutnya kita akan menunggu panggilan dari pihak penyidik yang menangani perkara yang kita laporkan hari ini," ungkap Sandy.

Sandy menambahkan, sambil berjalannya waktu, pihaknya akan menyiapkan beberapa saksi dan bukti-bukti untuk menguatkan laporan.

"Gisel sudah minta beberapa rekannya yang melihat ada postingan-postingan di medsosnya, dan nantinya akan kita sampaikan ke pihak penyidik," katanya.

Menurut Sandy, kliennya melaporkan sejumlah akun media sosial terkait penyebaran video yang memuat asusila, pencemaran nama baik dan atau menyebarluaskan video yang bermuatan pornografi.

"Ada penyebaran video bermuatan asusila atau pencemaran nama baik atau menyebarluaskan video bermuatan pornografi, Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 23 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com