Kasus Video Asusila Mirip Gisel, Saksi dan Ahli Akan Diperiksa

Kasus Video Asusila Mirip Gisel, Saksi dan Ahli Akan Diperiksa
Artis Gisella Anastasia (kiri) didampingi penasehat hukumnya Sandiy Arifin (kanan) berjalan keluar gedung usai menjalani pemeriksaan di Ditkrimsus, Polda Metrojaya, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 31 Oktober 2019 | 19:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Polda Metro Jaya, berencana memeriksa saksi dan ahli terkait laporan artis Gisella Anastasia, tentang penyebaran video yang memuat asusila, pencemaran nama baik dan atau menyebarluaskan video yang bermuatan pornografi.

"Selain saksi melihat, saksi mengetahui, saksi ahli pun akan kita cek juga. Kita juga akan mencari siapa yang mengupload maupun yang mengedarkan daripada konten tersebut," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/10/2019).

Dikatakan Argo, setelah menerima laporan, penyidik langsung melakukan penyelidikan. Langkah pertama adalah memeriksa dan melakukan klarifikasi terhadap Gisel terkait laporan yang dibuatnya.

"Kemarin (Rabu), kita sudah mengklarifikasi terhadap Gisel sebagai pelapor, didampingi pengacaranya. Yang bersangkutan tentunya diperiksa, ditanyakan apa permasalahannya," ungkap Argo.

Argo menyampaikan, selain diklarifikasi, Gisel dan kuasa hukumnya juga membawa bukti-bukti tambahan untuk memperkuat laporannya. "Kemudian ada bukti yang dilampirkan, ada beberapa yang dibawa," katanya.

Diketahui, belakangan nama Gisel ramai dibicarakan di jagat maya. Sebab, beredar sebuah video porno yang pemeran perempuannya disebut-sebut mirip dirinya. Gisel pun dengan tegas membantah kalau itu bukan dia.

Finalis salah satu ajang pencarian bakat itu, kemudian mengambil langkah hukum dengan melaporkan sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan video porno dan mencatut namanya itu, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Laporannya, tercatat dengan nomor laporan LP/6864/X/2019/Dit. Reskrimsus, tanggal 25 Oktober 2019.



Sumber: BeritaSatu.com