Unggah Meme Anies Mirip Joker, Ade Armando Dilaporkan ke Polisi

Unggah Meme Anies Mirip Joker, Ade Armando Dilaporkan ke Polisi
Ade Armando (Foto: Istimewa)
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 1 November 2019 | 22:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris menyambangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan Ade Armando, terkait unggahan gambar atau meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker, di media sosial.

"Jadi saya hari ini ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan saudara Ade Armando," ujar Fahira, Jumat (1/11/2019).

Dikatakan Fahira, dirinya sempat terkejut melihat gambar Anies mirip Joker yang diunggah di akun media sosial milik Ade Armando. Senator perwakilan DKI Jakarta itu pun mengaku tersinggung.

"Jadi saya melaporkan ini karena diduga melanggar Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 Undang-undang ITE. Di mana setiap orang dilarang dengan sengaja dan tampak hak atau melawan hukum dengan cara apapun untuk mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu elektronik atau dokumen elektronik orang lain," ungkapnya.

Fahira menyampaikan, membawa bukti tangkapan layar gambar Anies Baswedan mirip Joker yang diposting Ade Armando pada saat membuat laporan.

"Ini yang buat saya terkejut tadi. Ini bisa dilihat jelas, ini ada di-FB (Facebook) saudara Ade Armando. Ini adalah gubernur DKI Jakarta yang sedang memakai busana resminya, pelantikannya, dan ini milik Pemprov, milik publik diubah seperti Joker dengan kata-kata atau narasi yang mengarah kepada pencemaran nama baik," katanya.

Fahira mengatakan, di bawah gambar Anies itu tertulis, "Gubernur jahat berawal dari menteri yang dipecat".

"Jadi menurut saya apa yang dilakukan saudara Ade Armando harus diusut oleh pihak berwenang. Saya sebagai warga DKI Jakarta, saya anggota DPD dari DKI Jakarta yang mewakili warga DKI Jakarta, saya rasa kegelisahan warga DKI Jakarta sudah memuncak. Jadi saya harus melakukan sesuatu," tandasnya.

Laporan Fahira tercatat dengan nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, terkait dugaan pelanggaran Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.



Sumber: BeritaSatu.com