Polda Metro Tangkap 4 Pengedar Sabu Jaringan Malaysia-Jakarta

Polda Metro Tangkap 4 Pengedar Sabu Jaringan Malaysia-Jakarta
Ilustrasi sabu-sabu. ( Foto: Antara / Puspa Perwitasari )
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 1 November 2019 | 22:38 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menangkap empat pengedar narkotika jaringan Malaysia-Jakarta berinisial IM, AS, AB, dan IS, termasuk menyita barang bukti 21 kilogram sabu-sabu, di Riau.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan dari tertangkapnya tersangka E dan AY, dengan barang bukti sabu-sabu, di
Serpong, Tangerang Selatan, tanggal 8 Agustus 2019 lalu.

"Dari pengembangan, kami mendapatkan informasi ada barang masuk dari Malaysia ke Indonesia. Kemudian, kita membentuk tim untuk penyelidikan," ujar Argo, Jumat (1/11/2019).

Dikatakan Argo, berdasarkan informasi itu, tim melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka AB, di sebuah hotel, di Riau. "Pada saat digeledah, penyidik menemukan barang bukti 2 gram sabu-sabu," ungkapnya.

Argo menyampaikan, anggota kembali melakukan pengembangan ke hotel lain di kawasan Riau, dan berhasil menangkap tersangka AS.

"Tersangka AS ditangkap pada saat masuk parkiran hotel, menggunakan mobil. Di mobil tersebut ada dua tas, masing-masing tas isinya 10 kilogram dan 11 kilogram. Jadi tas ini ditaruh di jok belakang," katanya.

Argo menyampaikan, ketika dilakukan pemeriksaan, diketahui ternyata ada tersangka IM dan IS di dalam hotel. "Kemudian, kami lakukan penangkapan," tambahnya.

Menurut Argo, barang haram itu berasal dari Malaysia. Sebelumnya, tersangka AS diminta tersangka J yang masih buron untuk mengambil sabu-sabu naik speed boat dari Batam ke Johor, Malaysia.

"Diberilah barang 21 kilogram itu. Kemudian dari Johor, tersangka AS kembali menggunakan speed boat yang sama lewat Batam ke Bengkalis. Rencananya akan dibawa ke Jakarta. Sebelumnya, barang itu sama tersangka AS disembunyikan di semak-semak, diendapkan satu hari. Baru tersangka AS ini datang bersama tersangka AB mengambil barang itu," tandasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

 



Sumber: BeritaSatu.com