Polisi Tekankan Peran RT/RW Cegah Warga dari Bahaya Narkotika

Polisi Tekankan Peran RT/RW Cegah Warga dari Bahaya Narkotika
Konferensi pers dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terkait penangkapan 15 tersangka pengedar narkotika jenis sabu-sabu jaringan Batam-Lampung-Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Sabtu, 2 November 2019 | 20:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pencegahan dinilai merupakan langkah utama dalam mengatasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Masyarakat harus bisa saling menjaga agar tidak menjadi korban bahaya narkotika.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan sistem pranata sosial, Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) harus bisa menjaga warganya dari bahaya narkoba. Sehingga tidak ada yang terjerumus atau menjadi korban.

"Kalau tidak ada yang menggunakan, maka pasar (narkotika) akan tutup sendiri. Itu yang difokuskan. Kalau kita menangkap terus nggak ada habisnya," ungkap Argo, Sabtu (2/11/2019).

Kendati demikian, upaya penindakan juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi peredaran narkotika, termasuk mengungkap jaringan pengendali, bandar besar atau pemilik narkotika.

Berdasarkan catatan Beritasatu.com, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, setidaknya merilisi tiga pengungkapan atau penindakan kasus peredaran narkotika dalam satu pekan belakangan ini.

Pertama, penyidik merilis penangkapan seorang pengedar berinisial MT alias MU, lantaran nekat menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 226 gram menggunakan modus swallower atau dimasukkan ke dalam perut melalui anus, dengan menumpang pesawat terbang dari Batam menuju Jakarta.

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Dimasukkan ke Anus

Tersangka MU ditangkap di Terminal Kedatangan 1B Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (16/10/2019) lalu. Kemudian, penyidik membawanya ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya untuk mengeluarkan narkotika yang dimasukkan ke dalam bagian tubuhnya.

Hasilnya, dokter mengeluarkan tiga bungkus plastik berisolasi hitam berbentuk kapsul berisi sabu-sabu seberat 226 gram dari dalam tubuh tersangka MU.

Kedua, penyidik menggulung empat pengedar narkotika jaringan Malaysia-Jakarta berinisial IM, AS, AB, dan IS, termasuk menyita barang bukti 21 kilogram sabu-sabu, di Riau. Pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan dari tertangkapnya tersangka E dan AY, dengan barang bukti sabu-sabu, di Serpong, Tangerang Selatan, tanggal 8 Agustus 2019 lalu.

Awalnya, penyidik menangkap tersangka AB dengan barang bukti 2 gram sabu-sabu, di sebuah hotel, di Riau, Sabtu 12 Oktober 2019. Sejurus kemudian, penyidik melakukan pengembangan ke hotel lain, dan menangkap AS, ketika akan masuk parkiran.

Polda Metro Tangkap 4 Pengedar Sabu Jaringan Malaysia-Jakarta

Penyidik menyita dua tas berisi 10 kilogram dan 11 kilogram sabu-sabu yang diletakkan di bangku belakang mobil. Selanjutnya, polisi menangkap tersangka IM dan IS yang sedang menunggu AS di dalam hotel.

Berdasarkan hasil interogasi, AS mendapatkan barang haram itu dari tersangka J yang masih buron, di Malaysia. AS mengambil barang itu menggunakan speed boat dari Batam menuju Johor Malaysia. Begitu pun sebaliknya.

Tersangka AS sempat menyembunyikan barang haram itu di semak-semak selama satu hari, di kawasan Batam. Selanjutnya, paket sabu-sabu itu diambil dan dibawa ke Bengkalis menggunakan mobil.

Ketiga, penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menangkap 15 tersangka terkait peredaran narkotika jenis sabu-sabu jaringan Batam-Lampung-Jakarta. Sebanyak 61,3 Kilogram sabu-sabu disita dari tangan para tersangka.

Tangkap 15 Pengedar, Polisi Sita Sabu-sabu 61 Kg

Para tersangka berinisial YA, JM, MH, MS, MD, RS, EM, TMI, MD, AF, ZZ, RR, AA, MN, dan MM itu ditangkap, di kawasan Beji, Depok; Sentul, Bogor; Batam; Pekanbaru hingga Lampung, mulai tanggal 19 September hingga 22 Oktober kemarin.



Sumber: BeritaSatu.com