Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Cairan Kimia ke Siswi SMP

Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Cairan Kimia ke Siswi SMP
Siswi SMP korban penyiraman air keras Prameswari (kiri) menjenguk Aurel yang mengalami luka bakar serius akibat penyiraman air keras di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu 6 November 2019. ( Foto: Antara )
/ YUD Rabu, 6 November 2019 | 20:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Polsek Kebon Jeruk Jakarta Barat tengah menyelidiki cairan kimia yang melukai dua siswi SMP oleh aksi orang tak dikenal. Kapolsek Kebon Jeruk, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Erick Sitepu menegaskan cairan yang melukai dua siswi SMP bukanlah air keras setelah sampel cairan tersebut diuji di pusat laboratorium dan forensik (Puslabfor) Polri.

"Klarifikasi ya bukan air keras tapi cairan kimia. Sampel barang buktinya sudah dibawa ke labfor untuk dianalisa," kata Erick saat dikonfirmasi, Rabu (6/11/2019).

Selain menganalisa cairan yang membuat dua siswi SMP mengalami luka bakar, Erick mengatakan saat ini pihaknya masih memburu keberadaan pelaku.

Sejumlah saksi termasuk kedua korban juga sudah dimintai keterangan."Semoga cepat tertangkap pelakunya," kata Erick.

Sebelumnya, dua siswi SMP menjadi korban penyiraman penyiraman air keras orang tak dikenal di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, saat pulang sekolah pada Selasa (6/11/2019).

Penyiraman cairan kimia tersebut mengakibatkan korban Aurel luka bakar di bagian bahu, tangan dan badan. Sedangkan korban lainnya Prameswari lika ringan di tangan. Aurel tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Kebon Jeruk, Jakarta.



Sumber: ANTARA