Operasi Zebra Jaya, Jumlah Tilang Meningkat 7%

Operasi Zebra Jaya, Jumlah Tilang Meningkat 7%
Ilustrasi Operasi Zebra. ( Foto: Antara / Muhammad Iqbal )
Bayu Marhaenjati / JAS Rabu, 6 November 2019 | 21:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, melakukan penindakan tilang sebanyak 117.895, selama pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2019, sejak tanggal tanggal 23 Oktober sampai dengan 5 November kemarin, di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. Jumlah itu meningkat 7 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Hasil rekapitulasi Operasi Zebra Jaya 2019, jumlah penindakan tilang 117.895 perkara. Sementara, tahun 2018 sebanyak 110.058 perkara, naik 7.837 atau 7 persen," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar, Rabu (6/11/2019).

Dikatakan Fahri, petugas juga melakukan tindakan teguran selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra Jaya. "Tahun 2018 berjumlah 17.744, tahun 2019 sebanyak 20.457, naik 2.713 atau 15 persen," ungkap Fahri.

Fahri menyampaikan, sepeda motor mendominasi jumlah kendaraan yang melakukan pelanggaran. Rinciannya, tahun 2018 sebanyak 72.864 unit, sementara tahun 2019 berjumlah 85.359 unit, naik 12.495 atau 17 persen.

"Mobil penumpang tahun 2018 sebanyak 28.802 unit, tahun 2019 berjumlah 25.159 unit, turun 3.643 unit atau 12,65 persen. Bus tahun 2018 ada 1.252 unit, tahun 2019 berjumlah 922 unit, turun 330 atau 26 persen. Kemudian, mobil barang tahun 2018 sebanyak 7.140, tahun 2019 ada 6.455, turun 685 atau 10 persen," katanya.

Berikut data jenis pelanggaran yang dilakukan sepeda motor:

1. Tidak menggunakan helm SNI:
Tahun 2018: 8.463 perkara
Tahun 2019: 6.959 perkara
Turun: 1.504 atau 18%

2. Melawan arus:
Tahun 2018: 14.413 perkara
Tahun 2019: 26.075 perkara
Naik: 11.662 atau 81%

3. Menggunakan Handphone
Tahun 2018: 0 perkara
Tahun 2019: 9 perkara
Naik: 9 atau 100 %

4. Tidak membawa atau memiliki SIM:
Tahun 2018: 8.698 perkara
Tahun 2019: 12.745 perkara
Naik: 4.047 atau 47 %

5. Tidak membawa atau memiliki STNK:
Tahun 2018: 341 Perkara
Tahun 2019: 258 Perkara
Turun: 83 atau 24 %

Jenis pelanggaran roda empat atau lebih:

1. Menggunakan handphone:
Tahun 2018: 927 perkara
Tahun 2019: 1.352 perkara
Naik: 425 atau 46 %

2. Tidak membawa atau memiliki SIM:
Tahun 2018: 3.293 perkara
Tahun 2019: 5.129 perkara
Naik: 1.836 atau 56 %

3. Tidak membawa atau memiliki STNK:
Tahun 2018: 45 perkara
Tahun 2019: 67 perkara
Naik: 22 atau 49 %

4. Tidak menggunakan sabuk pengaman:
Tahun 2018: 2.161 perkara
Tahun 2019: 1.774 perkara
Turun: 387 atau 18%



Sumber: BeritaSatu.com