Laporkan Ade Armando soal Meme Anies, Fahira Idris Dipanggil Polisi

Laporkan Ade Armando soal Meme Anies, Fahira Idris Dipanggil Polisi
Fahira Idris saat berada di Polda Metro Jaya. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / JAS Kamis, 7 November 2019 | 18:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik memanggil politisi Fahira Idris untuk diklarifikasi atau diperiksa sebagai pelapor, terkait laporannya tentang Ade Armando yang mengunggah gambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/11/2019) besok.

"Rencana besok akan diklarifikasi pelapornya. Nanti akan kita tanyakan seperti apa yang dilaporkannya dan barang buktinya apa yang dibawa. Kita tunggu saja besok," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (7/11/2019).

Sebelumnya diketahui, Fahira Idris melaporkan Ade Armando terkait unggahan gambar atau meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker, di media sosial Facebook.

Laporan Fahira tercatat dengan nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, terkait dugaan pelanggaran Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Beberapa waktu lalu, Fahira menyampaikan, laporan yang dibuatnya menekankan pada foto resmi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diubah, dirusak (menjadi Joker), dan ditransmisikan tanpa hak, sehingga diduga melanggar Pasal 32 ayat 1 UU ITE.

Pasal tersebut berbunyi, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik orang lain atau milik publik."

"Jadi ini bukan soal penghinaan yang yang merupakan delik aduan. Delik ini (Pasal 32 ayat 1) hati-hati, ancaman hukumannya maksimum 8 tahun dan dendanya Rp 2 miliar," kata Fahira.



Sumber: BeritaSatu.com