Polisi Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris

Polisi Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / JAS Kamis, 7 November 2019 | 20:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah menahan para tersangka kasus penculikan terhadap seorang Warga Negara Inggris Matthew Simon Craib.

"Ya tentunya kan anggota dan warga sipil sudah kita lakukan penahanan dan semuanya akan kita proses. Kita tunggu saja bagaimana proses tersebut," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (7/11/2019).

Menyoal apa motif enam pelaku -empat di antaranya oknum anggota Polri- melakukan penculikan, Argo belum bisa menjelaskannya. "Nanti berkas jadi, dikirim ke jaksa, baru kita sampaikan semuanya," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Polda Metro Jaya membekuk enam orang, empat di antaranya oknum anggota Polri, yang diduga menculik dan memeras Matthew Simon Craib. Keenam pelaku berinisial G merupakan rekan kerja Matthew, NA selaku pacar G, kemudian Bripda JJB kerabat NA, Bripda NPU -teman dekat JBB-, Briptu H, dan Bripda SBS.

Berdasarkan informasi, kronologinya bermula ketika Matthew memberitahukan kepada rekannya berinisial VL, kalau yang bersangkutan akan bertemu dengan seseorang untuk urusan pekerjaan, pada tanggal 29 Oktober 2019. Kemudian, pada pukul 02.00 WIB, tanggal 30 Oktober, korban kembali memberitahukan VL kalau sudah dalam perjalanan pulang.

Tapi setelah ditunggu-tunggu, korban tidak kunjung datang. Selanjutnya, datang kabar kalau korban diculik orang tak dikenal dan meminta tebusan sebesar USD 1 juta.

Kemudian, VL membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan polisi LP/7002/X/2019/PMJ/Ditreskrimum, tertanggal 31 Oktober 2019, terkait tindak pidana penculikan dan atau merampas kemerdekaan seseorang dan atau pemerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP dan atau Pasal 368 KUHP.

Setelah menerima laporan, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya langsung bergerak melakukan pelacakan.

Hasil penyidikan, para tersangka memiliki peran masing-masing. Tersangka G yang merupakan rekan kerja Matthew, diduga berperan merencanakan penculikan dan pemerasan bersama kekasihnya NA.

Selanjutnya, NA meminta bantuan kerabatnya Bripda JBB -anggota siber- untuk melakukan cek posisi keberadaan korban agar dapat dibuntuti. Selain itu, Bripda JBB juga berperan menyiapkan mobil.

Sejurus kemudian, Bripda JBB meminta bantuan pacarnya Bripda NPU -anggota Satnarkoba Polres Jakarta Timur- melakukan pencegatan di Tol Lingkar Luar Barat Tangerang. Saat menjalankan aksi, Bripda NPU diduga dibantu dua rekannya Briptu H dan Bripda SBS.

Terduga pelaku sempat membawa korban ke Polda Metro Jaya, seolah-olah akan dilakukan pemeriksaan terkait sebuah perkara. Namun, akhirnya tidak jadi. Kemudian, mereka membawa korban ke sebuah hotel di Jakarta.

Pada saat itu, para pelaku meminta tebusan kepada atasan korban berinisial P. Melalui pembicaraan lewat telepon, P hanya bisa menyanggupi memberikan USD 400.000 dari permintaan USD 1 juta. Tapi, setelah negosiasi disepakati USD 900.000.

Para pelaku dan korban sempat bergeser untuk menukarkan uang USD ke dalam bentuk rupiah, di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun polisi yang melakukan pelacakan akhirnya berhasil membebaskan korban dan menangkap para pelaku, di sekitar Masjid Akbar, Kemayoran.



Sumber: BeritaSatu.com