Beroperasi 12 Tahun, Biro Jasa Ini Sudah Terbitkan Ribuan KIR Palsu

Beroperasi 12 Tahun, Biro Jasa Ini Sudah Terbitkan Ribuan KIR Palsu
Barang bukti buku kir, stiker, peneng plat Dishub DKI Jakarta ditunjukkan oleh anggota Polres Metro Jakarta Utara dalam pengungkapan biro jasa buku kir palsu pada Minggu (10/11/2019) pagi. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / JAS Minggu, 10 November 2019 | 11:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Utara menciduk komplotan sindikat pemalsuan buku uji kir dengan tersangka BS (67) dan RA (35) yang memiliki hubungan bapak dan anak pada Jumat (8/11/2019) lalu.

"Kedua pelaku ini sudah 12 tahun beroperasi (sejak 2007) dan memproduksi ribuan buku kir palsu. Dulunya tersangka BS yang membuka layanan biro jasa kemudian diteruskan kepada anaknya. Keduanya kita amankan di Sungai Bambu," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Minggu (10/11/2019).

Ia menyebutkan pihaknya mengamankan 811 lembar stiker masa uji berkala (730 stiker kosong & 81 stiker sudah dicetak), 405 buku KIR, 6 lempeng pelat peneng Dishub, komputer, beserta mesin cetak, 15 kartu pengawasan izin penyelenggaraan angkutan barang, empat pak stiker transparan kuning.

"Kita tengah mengejar ND (DPO) sebagai pemasok material ini. Kita lihat sekilas ini mirip dengan yang aslinya. Keuntungan biaya pengurusan yang resmi Rp 92.000 namun melalui tersangka dikenakan Rp 350.000," tutur Budhi.

"Kalau dipalsukan ini KIR biasanya untuk bus penumpang dan truk muatan barang sehingga bisa membahayakan masyarakat pengguna jasa transportasi bus maupun pengguna jalan jika terlibat kecelakaan dengan bus penumpang dan truk barang," lanjut Budhi.

Saat diperiksa barcode pada bagian kartu pengawasan izin penyelenggaraan angkutan barang di website resmi Dishub DKI Jakarta nama perusahaan yang terdaftar di buku kir yang dicetak tersangka tidak sesuai dengan perusahaan yang tertera di aplikasi ataupun website resmi Dishub DKI Jakarta.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono menyebutkan selama sudah bertahun-tahun beroperasi tersangka sudah mendapatkan keuntungan minimal Rp 10 miliar.

"Keuntungan minimal Rp 10 miliar dulu dia beroperasi di daerah Senen. Sekarang mereka mencetak memalsukan dengan pesanan kepada sebagian besar angkutan barang ada juga yang merupakan angkutan penumpang (bus)," ujar Wirdhanto.

Pelaku yakni BS, DA, ND dan komplotannya dikenakan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

Kepala UP PKB Cilincing, Bernad Oktavianus Pasaribu mengakui banyaknya biro jasa yang menjamur dan melakukan praktik pemalsuan buku kir salah satunya dikarenakan antrean panjang pengujian kir yang mencapai 350 kendaraan setiap harinya.

Sedangkan satu kendaraan membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk pemeriksaan. Sebelumnya pada 11 September 2019 lalu pihak Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga mengungkap kasus serupa dengan mengamankan 4 tersangka.

Aptrindo DKI Jakarta saat itu menyebutkan banyak pengusaha truk nakal yang menggunakan jasa biro jasa kir asli tapi palsu untuk menghindari biaya lebih besar dalam memperbaiki armada mereka jika tidak lulus bila melalui prosedur uji kir sesuai peraturan resmi yang berlaku. 



Sumber: Suara Pembaruan