Perkara Siswa Tak Naik Kelas Berlanjut di PN Jakarta Selatan

Perkara Siswa Tak Naik Kelas Berlanjut di PN Jakarta Selatan
Ilustrasi pengadilan (Foto: Istimewa)
/ WBP Senin, 11 November 2019 | 10:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang perkara gugatan orangtua murid terhadap SMA Kolese Gonzaga kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019). Agenda sidang hari ini adalah pemanggilan kedua pihak, sekaligus penunjukan hakim mediator.

"Pagi ini sidang ketiga sebagai lanjutan sidang sebelumnya," kata Edi Danggur, kuasa hukum dari Kolese Gonzaga saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Senin (11/11/2019)

Dikatakan, hakim mediator ditunjuk oleh pihak-pihak berperkara, yaitu penggugat dan tergugat. Namun, dalam praktik, kuasa penggugat dan tergugat menyerahkan kewenangan itu kepada majelis hakim.

Sebelumnya, orangtua murid SMA Gongaza menggugat ke pengadilan karena anaknya tidak naik kelas. Orangtua murid menggugat kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru SMA Kolese Gonzaga, dan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

Sidang perdana telah digelar Senin (28/10/2019), tetapi akhirnya ditunda karena pihak tergugat tidak hadir. Sidang kembali digelar Senin (4/11/2019), tetapi kembali ditunda karena surat kuasa dari tergugat Disdik DKI Jakarta belum lengkap.

Orangtua murid Yustina Supatmi melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 833/Pdt.G/2019/PNJKT.SEL. Gugatan tersebut perihal anaknya berinisial BB tidak naik kelas.

Dalam petitum yang dikutip di laman sipp.pn-jakarta selatan.go.id, penggugat meminta majelis hakim menuntut dan mengabulkan gugatan untuk seluruhnya dengan menyatakan bahwa tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap penggugat.

Kemudian, menyatakan keputusan para tergugat bahwa anak penggugat (BB) tidak berhak melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 SMA adalah cacat hukum, serta menyatakan anak penggugat memenuhi syarat dan berhak melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 di SMA Kolese Gonzaga

Para tergugat juga harus membayar ganti rugi secara tanggung renteng kepada penggugat, yakni ganti rugi materiel Rp 51.683.000 dan ganti rugi imateriel Rp 500 juta.

Lalu, penggugat juga meminta hakim melakukan sita jaminan terhadap aset para tergugat berupa tanah dan bangunan Kolese Gonzaga Jalan Pejaten Barat 10A, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, dan/atau harta kekayaan para tergugat lainnya baik benda bergerak dan atau benda tidak bergerak lainnya yang akan disebutkan kemudian oleh penggugat.

Hakim juga diminta menghukum para tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara.



Sumber: ANTARA