Pelapor Kasus Rekayasa Penyiraman Novel Dicecar 20 Pertanyaan

Pelapor Kasus Rekayasa Penyiraman Novel Dicecar 20 Pertanyaan
Novel Baswedan. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / YUD Senin, 11 November 2019 | 18:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung, rampung menjalani pemeriksaan klarifikasi terkait laporannya tentang dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, di Mapolda Metro Jaya. Penyidik mengajukan 20 pertanyaan kepada Dewi pada saat pemeriksaan.

"Ada sekitar 20 pertanyaan. Terkait apa yang saya laporkan, atas laporan saya kepada pak Novel Baswedan. Ya seputar perkara, kasus yang saya laporkan," ujar Dewi, Senin (11/11/2018).

Dikatakan Dewi, pada saat pemeriksaan klarifikasi, dirinya juga membawa bukti-bukti untuk memperkuat laporannya, dan sudah diserahkan kepada penyidik.

"Dari CCTV, foto-foto yang saya ambil dari media online, berita-berita juga. Nanti mau ada rekonstruksi, mau kita lakukan juga," ungkapnya.

Menyoal apa pertanyaan yang paling penting dan dominan diajukan penyidik, Dewi menyampaikan, seputar apakah kenal dengan Novel dan kasus penyiraman air keras.

"Ya sudah pernah lihat belum, kenal pak Novel nggak, saya bilang nggak kenal pak Novel. Ya sekitar kasus penyiraman saja yang ditanyakan, tanggapan saya," katanya.

Dewi menuturkan, selanjutnya penyidik akan meminta keterangan saksi-saksi terkait laporan yang dibuatnya. "Iya, saksi lain menyusul belakangan," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, politisi Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan, terkait dugaan rekayasa penyiraman air keras, ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/11/2019) lalu.

Laporan Dewi tercatat dengan nomor: LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, terkait penyebaran berita bohong melalui media elektronik yang diatur dalam Pasal 26 ayat (2) junto Pasal 45 A Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.



Sumber: BeritaSatu.com