Polisi Tembak Mati Pelaku Skimming Asal Rumania

Polisi Tembak Mati Pelaku Skimming Asal Rumania
Tersangka CRR, pelaku tindak kejahatan skimming (baju oranye), di Mapolda Metro Jaya. (Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)
Bayu Marhaenjati / CAH Senin, 11 November 2019 | 19:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membekuk dua orang warga negara asing (WNA) asal Rumania terkait kasus pencurian data nasabah bank dengan modus skimming, di Jakarta. Salah satu tersangka terpaksa ditembak hingga meninggal dunia karena melakukan perlawanan pada saat ditangkap.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kedua tersangka yang ditangkap berinisial SV, berperan memasang alat skimmer di mesin ATM, dan CRR yang memerintahkan SV untuk memasang alat itu.

"Pada tanggal 9 November, tim Subdit 3 menangkap dua pelaku. Ditangkap, ketika hendak mengambil barang (alat skimmer) di ATM, untuk mencuri data. Ini namanya (alat) deep skimmer, dan spy cam," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/11/2019).

Dikatakan Argo, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan salah satu bank, terkait adanya 17 nasabah yang melakukan komplain tidak ada transaksi, namun mendapatkan tagihan.

"Tahu-tahu mendapatkan tagihan transaksi dan tabungannya berkurang. Jumlahnya bervariasi. Kerugiannya sekitar Rp 137 juta," ungkapnya.

Argo menyampaikan, setelah mendapatkan laporan, penyidik langsung melakukan penyelidikan dan melihat data base berkaitan dengan tindak pidana skimming yang ada di Jakarta. Selanjutnya, berhasil melakukan penangkapan ketika tersangka hendak mengambil alat itu, di mesin ATM.

"Kedua pelaku kita bawa untuk menunjukan beberapa lokasi yang sudah dipasang alat skimmer. Ketika itu, tersangka SV sempat mau merebut senjata anggota. Akhirnya, kita lakukan tindakan tegas dan terukur. Kita bawa ke Rumah Sakit Fatmawati, setelah sampai dokter menyampaikan tersangka kehabisan darah dan meninggal dunia," katanya.

Menurut Argo, kedua tersangka baru sebulan datang ke Jakarta, menggunakan visa kunjungan wisata. Mereka sudah beraksi di beberapa lokasi, seperti di Jalan Wolter Monginsidi, Kalimalang, Otista, Cideng, dam Suryo Pranoto.

Modusnya, kata Argo, memasang alat skimmer di mulut ATM, sehingga ketika nasabah memasukan kartu ATM, datanya akan terekam. Selain itu, tersangka juga memasang kamera untuk merekam ketika nasabah menekan nomor PIN, di mesin ATM.

"Tidak disadari, di atas ketika menekan PIN ada kameranya. Kecil sekali kameranya, sebesar lubang jarum. Walaupun kecil bisa melihat tangan menekan PIN. Nasabah tidak tahu kalau telah dicuri datanya," tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dan atau tindak Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 30 ayat (2) jo Pasal 46 ayat (2) dan atau pasal 32 ayat (2) jo Pasal 48 ayat (2) dan atau pasal 36 jo Pasal 51 ayat (2) Undang Undang RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 3 dan 4 jo Pasal 2 ayat (1) huruf p dan z Undang Undang RI No. 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Ancaman hukumannya, 20 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com