PT MRT Bantah Penangkapan Kurir Narkoba di Stasiun MRT

PT MRT Bantah Penangkapan Kurir Narkoba di Stasiun MRT
Penumpang menunggu kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) dari Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin 1 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 12 November 2019 | 15:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membantah pemberitaan terkait Polsek Cilandak telah menangkap seorang pengemudi ojek online di luar area Stasiun MRT Haji Nawi, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Pengemudi ojek ini ditangkap karena kedapatan memiliki, menyimpan dan atau menguasai narkoba.

Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan berdasarkan rapat koordinasi dengan Polsek Cilandak, pihaknya menegaskan kasus penangkapan tersangka kurir narkoba tersebut terjadi di luar stasiun MRT Haji Nawi.

“Jadi penangkapan bukan di dalam stasiun MRT Haji Nawi yang terjadi pada hari Rabu(30/10/2019), pukul 20.30 wib,” kata Muhamad Kamaluddin, Selasa (12/11/2019).

Ia membantah dengan keras adanya kabar bahwa di Stasiun MRT Haji Nawi sering terjadi transaksi narkoba.

“Tidak benar itu. Pihak keamanan MRT saat ini melakukan koordinasi intensif dengan Polsek Cilandak untuk pencegahan kasus serupa,” ujar Muhamad Kamaluddin.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah menginstruksikan petugas keamanan MRT meningkatkan kewaspadaan pemeriksaan di titik masuk penumpang ke dalam stasiun-stasiun MRT.



Sumber: BeritaSatu.com