Polisi Tangkap Dua Copet Kambuhan

Polisi Tangkap Dua Copet Kambuhan
Konferensi pers Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / YUD Selasa, 12 November 2019 | 15:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membekuk dua orang residivis atau penjahat kambuhan yang kerap melakukan tindak pidana pencopetan, di Jakarta.

Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng mengatakan, penangkapan kedua tersangka berinisial DJ (30) dan P (34) bermula dari rekaman video pencopetan yang kemudian viral di media sosial.

"Setelah dilakukan penyelidikan, didapatkan dua orang pelaku. Pertama berinisial DJ, kemudian P. Dua-duanya ini mengaku sudah pernah ditahan dalam kasus yang sama, copet," ujar Gede, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/11/2019).

Dikatakan Gede, ketika dilakukan pemeriksaan, ternyata rekaman video itu merupakan peristiwa pencopetan yang terjadi, di Car Free Day, kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tahun 2015 silam. Namun, belakangan video itu kembali viral. Pada saat menjalankan aksi, keduanya dibantu dua orang tersangka lainnya.

"Jadi kelompok ini berjumlah empat orang. Dikembangkan untuk dua tersangka lainnya, inisial A ternyata sudah ditahan di LP Cipinang dalam kasus lain. Satu lagi MM juga sudah ditahan di LP Tangerang, kasus narkoba," ungkapnya.

Gede menyampaikan, pada saat menjalankan aksi, keempat tersangka berbagi peran. "Ada yang menghalangi korban, ada yang mengambil HP, setelah berhasil ada yang menerima untuk kemudian dibawa kabur. Ternyata para tersangka sudah beberapa kali -lima laporan polisi- melakukan perbuatan yang sama. Tidak mesti di car free day, juga di konser musik di Jakarta. Seperti di Ancol, Senayan, di Kemayoran," katanya.

Menurut Gede, sasaran utama komplotan ini adalah mencuri handphone. Kemudian, dijual kepada orang -siapa saja- dengan harga murah.

"Hasil kejahatan dipakai untuk kebutuhan hidup. Ada dipakai buat beli celana. Mereka dikenakan Pasal 363 KUHP, ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com