Bea Cukai Marunda Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Rokok Ilegal

Bea Cukai Marunda Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Rokok Ilegal
Minuman alkohol ilegal berpita cukai palsu, dan sejumlah rokok ilegal rumahan dimusnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Marunda, Selasa, 19 November 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / CAH Selasa, 19 November 2019 | 14:05 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Marunda melakukan pemusnahan ribuan botol minum keras/beralkohol dan rokok ilegal pada Selasa (19/11/2019).

Kepala Kanwil Bea Cukai DKI Jakarta, Decy Arifinsyah mengatakan pihaknya bekerja sama dengan instansi dan stakeholder terkait telah melakukan penindakan terhadap produk ilegal yang menggunakan cukai palsu.

Decy menyebutkan pada 2018-2019 kantor Bea Cukai Marunda telah melakukan pengawasan dan penindakan berhasil diamankan sejumlah barang ilegal diantaranya yakni 1.824.788 batang rokok, 1.148 botol minuman mengandung etil alkohol, 124.000 gram tembakau iris, dan 30 botol HPTL.

"Total nilai barang Rp 1,964 Miliar dan berpotensi merugikan negara sebesar Rp 2,308 Miliar. Kegiatan penindakan bidang Cukai dari Januari hingga Oktober 2019 berhasil menambah kas negara sebesar Rp 7,252 Miliar," ujar Decy, Selasa (19/11/2019).

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Marunda, Sehat Yulianto menyebutkan pihak nya bekerja sama dengan berbagai stakeholder terkait agar dapat efektif menindak produk ilegal menggunakan cukai palsu.

"Wilayah kerja kita ada di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Terbanyak ada cukai rokok dan minuman beralkohol. Produsen rokok kebanyakan dari Jawa Timur tapi masih kita lacak tersangka dan pabrik nya yang kebanyakan rumahan.

Untuk minuman alkohol kebanyakan beralas dari  Tiongkok menggunakan jalur laut secara ilegal, sedangkan anggur dari lokal namun banyak yang dipalsukan dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya," ujar Sehat.

Ia mengungkapkan selama Januari - Oktober 2019 pihaknya melakukan 56 penindakan atau lebih banyak daripada penindakan di periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 50 penindakan.

"Sanksi Administrasi cukai juga bertambah Rp 7 Miliar tahun ini dari tahun sebelumnya Rp 3 Miliar," tambah Sehat. 



Sumber: Suara Pembaruan