Ini Usulan Regulasi Skuter Listrik

Ini Usulan Regulasi Skuter Listrik
Layanan GrabWheels atau skuter listrik dari Grab sudah tersedia di Terminal 3 Soekarno-Hatta. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 22 November 2019 | 17:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, dan instansi lainnya, masih mengkaji dan menguji regulasi penggunaan skuter listrik. Antara lain soal batas usia pengguna, kecepatan maksimum hingga perlengkapan pengendara.

"Saat ini kita dalam pengkajian untuk peraturan gubernur, tentu kita akan lakukan dari seluruh stakeholder. Setelah Pemprov DKI menyiapkan kerangka regulasinya, saat ini kita ditahapan pengujian dengan seluruh stakeholder, di sana ada Kementrian Perhubungan, termasuk Dewan Transportasi Kota Jakarta, NGO (Non Government Organization), dan juga ada masyarakat transportasi dan komunitas skuter sendiri kita undang untuk memberikan masukan pada pembuatan regulasi," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf, di Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (22/11/2019).

Dikatakan Yusuf, secara garis besar yang diatur dalam regulasi antara lain, batas umur pengguna, apa saja perlengkapannya, termasuk kecepatan.

"Pertama dari kategori. Kita kategorikan otoped atau e-skuter ini dalam kategori alat angkut perorangan atau disebut personal mobility device, sehingga kita akan klasifikasi beberapa jenis personal mobility device ini dalam peraturan gubernur. Kemudian di dalamnya juga dalam aspek keselamatan itu ada yang disebut wajib menggunakan helm, termasuknya di dalamnya deker band, ada pakaian yang malam hari digunakan itu memberikan pantulan cahaya atau reflektor," ungkapnya.

"Berikutnya untuk kecepatan desain yang kami sepakati untuk sementara 15 kilometer maksimum, dan usia pengguna untuk menjaga keamanan itu minimal 17 tahun sebagaimana acuan kita dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2019 bahwa dalam usia 17 tahun seseorang dianggap sudah dewasa dan bisa mendapat SIM C," tambahnya.

Yusuf menyampaikan, regulasi tentang penggunaan skuter listrik nanti dalam bentuk peraturan gubernur, bukan peraturan daerah.

"Untuk klasifikasi teknis dan prasayatan ini kita sudah komunikasikan. Untuk saat ini meraka menerima terkait dengan pembatasan kecepatan maksimum, dan batas usia disepakati," katanya.

Sementara itu, Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, setiap pengguna skuter listrik wajib menggunakan alat keselamatan.

"Oh iya, setelah dilakukan pengaturan tentu setiap pengguna wajib menggunakan alat keselamatan," katanya.

Menyoal apakah akan ada pembatasan, Syafrin menuturkan, pihaknya tidak bisa membatasi kepemilikan skuter listrik.

"Tetapi kita mengatur terkait dengan operasionalnya. Oleh sebab itu, silakan ada yang mengadakan melalui online dan seterusnya itu, kita tidak bisa batasi, kami persilakan. Tetapi begitu ada di jalan, harus mematuhi seluruh ketentuan dan regulasi yang ada," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com