Penjahat Kambuhan Kasus Narkoba Ditembak Mati

Penjahat Kambuhan Kasus Narkoba Ditembak Mati
Konferensi pers terkait penembakan mati residivis atau penjahat kambuhan kasus narkotika berinisial S (40). ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / WBP Jumat, 6 Desember 2019 | 17:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati residivis atau penjahat kambuhan kasus narkotika berinisial S (40), lantaran melakukan perlawanan pada saat diminta menunjukan tempat persembunyian kawannya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait peredaran narkotika jenis sabu-sabu, di Jalan Plumpang Nomor 10, Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Selanjutnya, dilakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tersangka.

"Penyidik mengungkap dan menangkap bandar narkotika jenis sabu-sabu seberat 101,6 gram. TKP di daerah Koja, Rawa Badak, Jakarta Utara, tanggal 5 Desember kemarin. Tersangka atas nama S," ujar Yusri Yunus di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/12/2019).

Dikatakan Yusri, berdasarkan keterangan awal tersangka S mendapatkan barang haram itu dari seseorang yang biasa disebut dengan panggilan Papi. Sejurus kemudian, anggota melakukan pengembangan dan meminta tersangka S menunjukan tempat persembunyian tersangka Papi.

"Saat pengembangan menunjukkan kediaman si Papi, tersangka sempat memukul anggota, kemudian berusaha melarikan diri. Terjadi pergulatan saat itu, sehingga dengan SOP (standar operasional prosedur) anggota melakukan tindakan tegas terukur, memberikan tembakan peringatan, namun tetap melawan dan yang bersangkutan terkena tembakan anggota. Kena punggung tembus. Sempat dilarikan ke RS Kramat Jati, namun meninggal dunia di jalan," ungkap Yusri Yunus.

Yusri menyampaikan, tersangka S merupakan residivis kasus narkotika, ditangkap polisi pada tahun 2012. Kemudian, dilakukan penahanan di LP Cipinang selama 4 tahun. "Tersangka pernah berurusan dengan kepolisian, ketika itu penangkapan 1 kilogram sabu-sabu. Bulan Mei kemarin, sempat tertangkap lagi, cuma saat itu hanya pemakai, dan sempat direhab," kata Yusri Yunus.

Yusri menuturkan, penyidik masih akan melakukan pengembangan untuk menangkap tersangka Papi yang masih buron. "Tim masih mengejar terus, sudah dikantongi identitasnya. Kita akan kembangkan lagi mengungkap jaringan di atasnya," tandas Yusri Yunus.



Sumber: BeritaSatu.com