BPOM Bongkar Peredaran Kosmetik dan Pangan Ilegal di Sunter

BPOM Bongkar Peredaran Kosmetik dan Pangan Ilegal di Sunter
Kepala BPOM, Penny Lukito, saat pengungkapan kasus penjualan obat, komestik, dan pangan ilegal (tanpa izin edar) di pergudangan Boxme Fulfillment Center, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (10/12/2019). (Foto: Beritasatu.com / Carlos Roy Fajarta)
Carlos Roy Fajarta / FER Selasa, 10 Desember 2019 | 17:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap modus penjualan obat, komestik, dan pangan ilegal (tanpa izin edar) di pergudangan Boxme Fulfillment Center, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (10/12/2019).

BPOM Izinkan 37 Obat Ranitidin Kembali Beredar

Beberapa produk yang ditemukan diantaranya yakni Princess Hair, Night Comfort Oral Spray, Resize, Eco Slim, Slim Mix, Choco Mia, Keto Guru, Detoxic, Xtrazex for Men, Hammer Of Thor, Hero + Active, Titan Gel, Gialuron, Dee!per message gel for men, Up Size bust care cream, Green Spa, dan berbagai produk lainnya.

Produk-produk tersebut tampak sudah siap dikemas dengan packing karton dan dikirim ke berbagai pemesan dari pembeli dengan berbagai alamat di sejumlah kota besar di Indonesia.

Modus pelaku diketahui mendatangkan produk kosmetik, obat tradisional, pangan olahan ilegal melalui kurir PT Boxme Fulfillment Center melalui pesanan PT 2WTrade, PT Globalindo Kosmetika Internasional dan PT Digital Commerce Indonesia menggunakan e-commerce.

BPOM Amankan Kosmetik Ilegal dari 8 Negara

"Kita masih telusuri apakah produk ini didatangkan dari luar negeri atau di produksi di dalam negeri, yang pasti kandungan zat di dalam produk ini masih kita teliti lebih lanjut," ujar Kepala BPOM, Penny Lukito kepada awak media.

BPOM

Penny mengatakan, BPOM mengamankan sebanyak 59 item produk kosmetik dan pangan ilegal, dengan taksiran nilai mencapai Rp 53 miliar.

"Sudah ada 10 orang yang kita periksa lebih lanjut sebagai saksi dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk penetapan tersangka

Sementara itu, Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetyo Utomo, mengaku pihaknya akan semakin intensif melakukan kerja sama dengan BPOM dalam mengungkap berbagai peredaran produk ilegal.

"Kita memberikan support operasional BPOM untuk menindak modus. Dimulai dari dengan pengamatan, penelitian, dan pengawasan tim, kemudian melakukan penindakan," ujar Prasetyo.



Sumber: Suara Pembaruan