Tembak Pengedar Asal Pakistan, Polisi Sita 5 Kilogram Heroin

Tembak Pengedar Asal Pakistan, Polisi Sita 5 Kilogram Heroin
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, bersama Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani, menunjukkan barang bukti heroin, Kamis 12 Desember 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 12 Desember 2019 | 15:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, terpaksa menembak Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan berinisial SH hingga meninggal dunia, lantaran melakukan perlawanan pada saat ditangkap, di kawasan Mangga Dua Square, Gunung Sahari, Jakarta Utara. Polisi menyita 5 kilogram heroin dari tangan pelaku peredaran narkotika jaringan Pakistan-Indonesia itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, mengatakan penyidik menangkap tersangka SH, di kawasan Mangga Dua Square, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu (11/12/2019) kemarin.

"Hasil pengembangan, pada sekitar pukul 17.30 sore, penyidik menangkap SH warga negara Pakistan. Kemudian, dilakukan penggeledahan ada padanya 5 kilogram heroin," ujar Yusri, di Gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kamis (12/12/2019).

Dikatakan Yusri, pada saat pemeriksaan, tersangka mengaku masih menyimpan sejumlah narkotika jenis heroin, di sebuah gudang, di sekitar Mangga Dua Square.

"Saat dibawa, tiba-tiba dia berusaha merebut senjata anggota, terjadi pergumulan. Dengan tindakan terukur sesuai prosedur yang bersangkutan dilumpuhkan dengan tembakan, yang mengakibatkan tersangka SH tertembak, dan dalam perjalanan ke rumah sakit meninggal dunia," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, berdasarkan pengakuan awal sebelum tewas tertembak, SH mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang di salah satu lembaga pemasyarakatan, di Sumatera Utara.

"Ini masih kami lakukan pengembangan. Tim lagi menjemput pelaku yang memasoknya. Kita akan ungkap putus sampai akar-akarnya," kata Yusri.

Menurut Yusri, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, barang bukti heroin yang disita memiliki kualitas super. Bisa jadi ini diedarkan untuk dikonsumsi pada saat tahun baru.

"Hasil lab, heroin kelas 1. Ini perkara yang termasuk besar dan kualitas 1, pengungkapan heroin terbesar 5 kilogram. Ini disamarkan dengan beberapa bungkus susu Dancow dan kemasan Tropicana Slim," tandasnya.

Sementara itu, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani mengatakan, tim sudah bergerak melakukan pengembangan untuk menangkap pemasok heroin kepada tersangka SH.

"Saat ini, tim sudah bergerak cepat mengembangkan kasus ini, karena yang bersangkutan berada di salah satu tempat yang sudah kita ketahui, dan nanti kita rilis lagi," katanya.

Fanani menuturkan, segmen pengguna heroin merupakan kalangan menengah ke atas karena harganya sangat mahal. "Jadi segmen yang disasar heroin ini kalangan atas. Ini harganya sangat fantastis sekali, kalau kalangan menengah ke bawah tidak mungkin membeli. Ini bukan tren baru, ini karena permintaan pasar menegah ke atas," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com