Polisi Selidiki Laporan Atlet MMA soal Dugaan Penipuan

Polisi Selidiki Laporan Atlet MMA soal Dugaan Penipuan
Kombes Yusri Yunus. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 13 Desember 2019 | 21:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi menyelidiki laporan atlet olahraga Mix Martial Art (MMA) Sunoto, terkait kasus dugaan penipuan soal uang royalti yang diduga dilakukan seseorang bernama Adri Andika Kumara.

"Ya memang betul laporan sudah masuk, yang melaporkan langsung inisial S melaporkan A," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Jumat (13/12/2019).

Dikatakan Yusri, kronologi kasus dugaan penipuan itu bermula ketika pelapor diajak sebuah event organizer (EO), mengikuti sebuah kegiatan bakti sosial.

"Di situ sudah disepakati ada pembayaran, tetapi sampai dengan ditunggu-tunggu ternyata pembayarannya tidak masuk ke rekening yang bersangkutan. EO-nya sudah dihubungi, dan EO menyampaikan sudah melakukan pembayaran, tapi diduga masuk ke rekening terlapor (Adri)," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, penyidik sudah meminta keterangan pelapor dan tiga orang saksi. "Ini masih didalami dulu ya. Ini laporannya baru dibuat pagi tadi. Ini akan didalami dulu apakah unsur-unsurnya masuk, ada unsur penipuan seperti yang dipersangkakan," katanya.

Rian Hidayat, selaku kuasa hukum Sunoto mengatakan, kasus dugaan penipuan ini bermula ketika kliennya diminta menjadi motivator dalam sebuah kegiatan yang digelar oleh event organizer, di kawasan Cipanas, Bogor, tanggal 21-23 Oktober 2019 lalu.

"Berkaitan dengan adanya kegiatan dengan event organizer bela diri, seharusnya klien kami mendapatkan hak-haknya. Namun, diduga adanya pemalsuan permohonan pembayaran tersebut ke rekening yang diduga dilakukan oleh Adri Andika Kumara. Karena itu, uang itu akhirnya ke Adri," kata Rian.

Dikatakan Rian, kliennya sudah menanyakan kepada Adri perihal permasalahan itu pada tanggal 22 November 2019 lalu. Namun, hingga saat ini jawabannya tidak jelas.

"Padahal kami sudah mendapat bukti dari pihak EO-nya, tanggal 4 November 2019 itu sudah dibayarkan. Pada saat jadi motivator itu kan mendapatkan fee, mendapatkan bayaran. Bayaran tersebutlah yang diduga ada surat dipalsukan, akhirnya dibayarkannya bukan ke klien saya, tapi ke yang diduga Adri Andika Kumara," jelasnya.

"Ada beberapa rangkaian yang diduga pemalsuan tadi, diduga tidak jujur melakukan transfer, diduga lagi katanya sudah mengirimkan, namun saat ini belum ada pengiriman. Karena itulah kami memasukkan pelaporan di sini Pasal 378 KUHP," tambahnya.

Sementara itu, Sunoto mengungkapkan, Adri sudah dikenalnya sejak tahun 2012 lalu dan selalu mendampinginya ketika berlaga di dalam maupun di luar negeri, sehingga sudah seperti asisten.

"Jadi setiap event apapun itu kayak saya main di mana pun, di Jepang, di Tiongkok, di mana dia selalu mendampingi saya. Jadi kayak misalkan saya ada main di sana-di sini itu melalui dia, apapun melalui dia. Kayak kasus yang saya laporkan ini juga melalui dia," ucap Sunoto.

Menurut Sunoto, dirinya sudah mengkonfirmasi perihal masalah itu kepada Adri. Namun, Adri tidak memberikan jawaban yang jelas.

"Sebenarnya sampai saya laporkan, ibaratnya karena saya sudah capek, sudah capek dengan janji dia mau balikin-balikin bahkan sempat itu tadi mengirim bukti-bukti kalau dia sudah transfer, tetapi ternyata nggak ada," tandasnya.

Laporan Sunoto tercatat dengan nomor: LP/8086/XII/2019/PMJ/Dit.Reskrimum, Jumat (13/12/2019), terkait dugaan penipuan yang dimaksud dalam Pasal 378 KUHP.

 



Sumber: BeritaSatu.com