Persekusi Haddad Alwi, Cyber Indonesia Minta Polisi Turun Tangan

Persekusi Haddad Alwi, Cyber Indonesia Minta Polisi Turun Tangan
Ilustrasi Persekusi ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / WBP Jumat, 20 Desember 2019 | 15:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kejadian persekusi yang dialami Habib Haddad Alwi Assegaf atau yang lebih dikenal Haddad Alwi menjadi viral di media sosial. Haddad Alwi sedang ceramah dan salawat di Sukabumi 16 Agustus 2019 tiba-tiba diturunkan paksa. Netizen menjadi geram atas kejadian ini.

Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid menuntut polisi turun tangan baik dari Kapolres Sukabumi hingga Kapolda Jawa Barat. "Saya sudah kontak langsung Habib Haddad Alwi dan membenarkan kejadian itu, beliau minta saya mendampingi kasus hukum ini. Kita minta polisi turun tangan, baik Polres Sukabumi hingga Polda Jawa Barat," kata Habib Muannas kepada Beritasatu.com, Jumat (20/12/2019).

Menurut Habib Muannas, tindakan tersebut patut diduga persekusi terhadap habib yang sedang ceramah dan salawat. Karena itu, dia minta pelakunya diperiksa dan digali motifnya.

"Sebab kalau persekusi ini berlanjut bisa mengecam kerukunan umat beragama yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan, bayangkan saja ini satu agama, apalagi mereka yang beda agama," lanjut Habib Muannas.

Habib Haddad Alwi dikenal sebagai tokoh penyebar salawat dan Islam Cinta Damai di Indonesia. Habib Muannas menduga kejadian ini digerakkan oleh kelompok yang antisalawat. "Bisa jadi ada gerakan kelompok antisalawat yang merupakan kelompok intoleran, sebagaimana kita tahu intoleransi di Jabar sangat tinggi, kita harus tegas melawan kelompok-kelompok intoleran ini" pungkas Habib Muannas.

Para pelakunya yang terlibat pengusiran diacara itu dapat dijerat Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, Pasal 156 KUHP, Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) UU ITE, 310 dan 311 KUHP.



Sumber: BeritaSatu.com