Pemeriksaan Dugaan Pencemaran Nama Baik Pramugari Dijadwalkan Ulang

Pemeriksaan Dugaan Pencemaran Nama Baik Pramugari Dijadwalkan Ulang
Sejumlah pesawat milik maskapai Garuda Indonesia. ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Bayu Marhaenjati / FMB Senin, 13 Januari 2020 | 15:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Polda Metro Jaya, menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti, sebagai pelapor kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan pemilik akun Twitter @digeeembok. Sebab, Siwi berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, penyidik sudah melakukan pemanggilan terhadap Siwi untuk menjalani pemeriksaan sebagai pelapor kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik, hari ini. Namun, yang bersangkutan berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas ke luar negeri.

"Pagi tadi surat sudah masuk dari saudari Siwi bahwa yang bersangkutan tidak bisa hadir karena masih ada kegiatan," ujar Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/1/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Siwi untuk dimintai keterangannya sebagai pelapor.

"Untuk jadwal pemanggilan Siwi akan kita jadwalkan kembali sambil kita tunggu Siwi kembali dari luar kota, untuk segera kita ambil keterangan atau klarifikasi tentang laporannya yang sudah dibuat," ungkapnya.

Kendati demikian, penyidik tetap memeriksa dua orang saksi terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dibuat Siwi. "Jadi hari ini yang hadir langsung advokasinya atas nama Audy, memang yang buat LP, yang melaporkan sesuai dengan nama di LP, hari ini hadir beserta ada satu saksi lagi yang akan hadir hari ini dan diambil keterangan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya," katanya.

Menurut Yusri, penyidik juga akan mengundang saksi ahli untuk dmintai keterangannya.

"Ada beberapa juga kita undang, dalam hal ini saksi ahli, untuk kita ambil keterangannya. Setelah lengkap semua, nanti kita gelar perkara dan juga barang bukti kita analisi oleh tim. Nanti apakah memenuhi unsur-unsur yang dipersangkakan, nanti kita lihat. Kalau memang memenuhi akan naik ke penyidikan," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Siwi melalui pengacaranya, telah membuat laporan kasus dugaan pencemaran nama baik, yang diduga dilakukan pemilik akun Twitter @digeeembok ke Polda Metro Jaya. Siwi meradang karena disebut sebagai "gundik" atau simpanan salah satu petinggi maskapai Garuda Indonesia.

Laporannya tercacat dalam nomor LP/ 8420/ XII/ 2019/ PMJ/ Dit. Reskrimsus, tertanggal 28 Desember 2019, terkait kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik yang diatur Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 43 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 soal perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.



Sumber: BeritaSatu.com