Kasus Pencemaran Nama Baik, Polisi Panggil Pramugari Garuda 17 Januari

Kasus Pencemaran Nama Baik, Polisi Panggil Pramugari Garuda 17 Januari
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. (Foto: Antara / Fianda Rassat)
Bayu Marhaenjati / WBP Selasa, 14 Januari 2020 | 15:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -Penyidik Polda Metro Jaya, kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti, sebagai pelapor kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan pemilik akun Twitter @digeeembok. Siwi bakal dimintai keterangan pada tanggal 17 Januari 2020 mendatang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, penyidik sebelumnya telah memanggil Siwi untuk dimintai keterangan, Senin (13/1/2020). Namun yang bersangkutan tidak dapat hadir karena sedang bertugas. "Ya kita jadwalkan ulang lagi, sekitar tanggal 17 Januari nanti. Kita sudah koordinasi dengan tim advokasi dan yang bersangkutan, dan rencana hadir pada tanggal 17," ujar Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Pemeriksaan Dugaan Pencemaran Nama Baik Pramugari Dijadwalkan Ulang

Yusri menyampaikan, penyidik juga memanggil saksi-saksi terkait laporan yang dibuat Siwi, tentang dugaan pencemaran nama baik, di media elektronik. Penyidik sudah melakukan pemanggilan dua rekan Siwi sebagai saksi dari staf Garuda. "Itu untuk mengetahui memang betul saudari Siwi itu bekerja sebagai pramugari di Garuda atau tidak, dan sejak kapan Siwi bekerja di sana. Ini salah satu poin utama yang akan kita panggil dalam pemeriksaan saksi dari staf Garuda," ungkap Yusri Yunus.

Erick Thohir Akan Cegah Pelecehan Seksual Pada Pegawai BUMN

Yusri menyampaikan, penyidik berencana memanggil sejumlah ahli. Setelah itu, dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus yang dilaporkan ada unsur pidananya atau tidak.

"Kita menganalisa cuitannya (@digeeembok) ini dari tim siber Polda Metro Jaya. Nanti kalau semuanya sudah lengkap baru kita gelar perkara untuk bisa menentukan apakah laporan ini bisa naik ke tingkat penyidikan atau tidak, apabila itu memenuhi unsur-unsur yang sesuai dipersangkakan," tandas Yusri Yunus.

Sebelumnya diketahui, Siwi melalui pengacaranya, telah membuat laporan kasus dugaan pencemaran nama baik, yang diduga dilakukan pemilik akun Twitter @digeeembok ke Polda Metro Jaya. Siwi meradang karena disebut sebagai gundik atau simpanan salah satu petinggi maskapai Garuda Indonesia.

Laporannya tercacat dalam nomor LP/ 8420/ XII/ 2019/ PMJ/ Dit. Reskrimsus, tertanggal 28 Desember 2019, terkait kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik yang diatur Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 43 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 soal perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.



Sumber: BeritaSatu.com