Motif Penyekapan di Pulomas Soal Penggelapan Uang

Motif Penyekapan di Pulomas Soal Penggelapan Uang
Ilustrasi penyekapan ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / FMB Kamis, 16 Januari 2020 | 11:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membebaskan korban penculikan dan penyekapan bernama Mike Goenawan, serta menangkap tiga pelaku, di Jalan Pulo Mas Barat IV, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (16/1/2020) malam. Motif penculikan terkait penggelapan uang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, penggerebekan di kantor PT OHP, perusahaan yang bergerak di bidang event organizer, bermula dari laporan istri korban ke Polda Metro Jaya.

"Melaporkan ke Polda Metro Jaya bahwa suaminya disekap lebih kurang delapan hari. Tim bergerak turun langsung ke daerah Pulomas, dan berhasil menemukan korban di sana, mengamankan tiga pelaku yang tugasnya menjaga korban," ujar Yusri, Kamis (16/1/2020).

Dikatakan Yusri, ketiga tersangka sudah dibawa ke Polda Metro Jaya, dan dilakukan pemeriksaan.

"Kita amankan, kita ambil keterangan, memang motifnya adalah mereka merasa korban ini telah menggelapkan (uang perusahaan). Jadi korban adalah salah satu manager dari PT OHP, ini selama kurun lebih November sampai dengan Desember, dari hasil audit ada uang perusahaan yang digelapkan sekitar Rp 21 juta lebih yang dilakukan si korban," ungkapnya.

Ketiga tersangka yang ditangkap pada saat penggerebekan atas nama Asep Priatna, Joggy Cana Siregar dan Agus Jaka berperan menjaga serta mengamankan korban.

"Perannya adalah menjaga dan mengamankan. Sementara inisial A, pemilik perusahaan, masih kita kejar karena dia lakukan penganiayaan ke korban dengan cara menyundut dan memukuli korban selama kurang lebih delapan hari disekap di kediamannya," katanya.

Yusri menuturkan, korban memang mengakui memakai uang untuk keperluan sehari-hari, dan hasil audit menyatakan perusahaan ada kerugian Rp 21 juta.

"Tapi memang tindakan si pemilik perusahaan ini (seharusnya) melaporkan, bukan melakukan tindakan sendiri," jelasnya.

Yusri menyampaikan, korban sebenarnya sudah berinisiatif menyelesaikan masalah. Namun, pemilik perusahaan justru melakukan tindakan melawan hukum. "Pemilik perusahaan malah melakukan penyekapan dan penganiyaan ke korban," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com