4 Pelaku Penyekapan dan Penculikan di Kantor EO Ditahan Polisi

4 Pelaku Penyekapan dan Penculikan di Kantor EO Ditahan Polisi
Ilustrasi penyekapan ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 17 Januari 2020 | 15:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi melakukan penahanan terhadap empat pelaku kasus penyekapan dan penculikan terhadap korban Mike Goenawan SO, di Kantor PT OHP yang bergerak di bidang event organizer, di Jalan Pulo Mas Barat IV, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, empat tersangka yang ditahan atas nama Andri -finance dan manajer PT OHP- selaku otak penyekapan dan penculikan, Asep Priatna, Joggy Cana Siregar dan Agus Jaka, yang bertugas menjaga korban selama satu pekan disekap.

"Saat ini, empat orang tersangka sudah kami tahan," ujar Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/1/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap para tersangka, termasuk menyusun berkas perkara.

"Iya sudah (memeriksa korban semalam). Kita akan terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan terkait kasus ini," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, berdasarkan keterangan, kronologi kejadian bermula ketika korban memiliki masalah menggunakan uang perusahaan sekitar Rp 21 juta dan diketahui perusahaan akhir Desember 2019. Kemudian, pada tanggal 7 Januari 2020, tersangka Asep bertemu korban di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Satu jam kemudian, tersangka A (Andri) datang ke Kebon Jeruk, menemui korban dan melakukan tindak pidana kekerasan dengan cara memukul bagian pundak korban dan menyundut rokoknya ke wajah korban," katanya.

Sejurus kemudian, atas perintah Andri, korban dibawa tersangka Asep ke kantor PT OHP, di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

"Korban kemudian disekap selama satu minggu. Korban hanya diberi makan satu kali sehari. Dia tidak boleh meninggalkan kantor tersebut sampai seluruh hutang-hutangnya dilunasi," jelasnya.

Menurut Yusri, tersangka juga memaksa korban untuk membuat surat pernyataan agar seluruh gaji istrinya yang juga bekerja di PT OHP, diserahkan ke perusahan.

"Atas laporan istri korban, Tim Resmob Polda Metro Jaya membebaskan korban dan menangkap empat tersangka," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com