Februari, Tilang Elektronik Bidik Sepeda Motor

Februari, Tilang Elektronik Bidik Sepeda Motor
Kamera pengawas di kawasan Jalan MH Thamrin untuk merekam pelanggaran lalu lintas secara elektronik. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 22 Januari 2020 | 16:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, berencana melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap pelanggaran peraturan lalu lintas yang dilakukan pengendara sepeda motor menggunakan kamera sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), di Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, awal Februari 2020 mendatang.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar membenarkan, kalau kamera ETLE akan membidik sepeda motor yang melakukan pelanggaran, Februari mendatang.

"Betul. Sama seperti ETLE (sebelumnya), mekanisme nggak berubah cuma ada fitur tambahan sepeda motornya saja. Nanti pada saat Februari ini akan kita sosialisasikan seminggu, baru penindakan," ujar Fahri, Rabu (22/1/2020).

Dikatakan Fahri, jenis pelanggaran yang akan ditindak antara lain, pelanggaran rambu, pelanggaran marka jalan hingga tidak memakai helm. Kamera ETLE, nanti akan membidik pelat nomor kendaraan yang melakukan pelanggaran.

"Mendeteksi pelanggarannya bukan ke pengemudinya, tapi langsung ke kendaraannya. Data kendaraannya yang diambil, ada data pemiliknya baru dikonfirmasi pemiliknya. Kalau melanggar nanti ter-capture pelat nomornya, disajikan datanya, nanti data itulah data pemilik kendaraan untuk melakukan konfirmasi," ungkapnya.

Fahri menyampaikan, penindakannya menggunakan 12 kamera ETLE yang sudah terpasang, ditambah 45 kamera tambahan yang saat ini masih dalam proses instalasi.

"Kameranya sama, kalau dulu kan kita nggak menggunakannya untuk motor (hanya mobil), tapi sekarang untuk motor. Kameranya sama, tapi kita tingkatkan (fiturnya) untuk penindakan motor juga. Intinya, kita kan menambah 45 kamera, sama kemarin 12 jadi 57. Dari 57 itu, di ruas Sudirman-Thamrin kita tingkatkan untuk penindakan sepeda motor plus sama dua kamera yang di jalur Transjakarta (koridor 6). Itu yang kita gunakan. Ini (45 kamera tambahan) proses instalasi. Kita upayakan di Februari semua selesai," katanya.

Menurut Fahri, sementara ini kamera hanya menyorot sepeda motor dengan pelat B, selama 24 jam. "Iya sementara hanya pelat B. Iya 24 jam pasti," tegasnya.

Sementara itu, Pemerhati Masalah Transportasi Budiyanto, mengapresiasi dan mendukung langkah Ditlantas Polda Metro Jaya menindak pengemudi sepeda motor yang melakukan pelanggaran menggunakan kamera ETLE.

"Program ini merupakan bentuk penguatan dan pengembangan sistem ETLE yang sudah berjalan sejak tahun 2018 dengan obyek kendaraan bermotor roda empat atau mobil. Melalui sistem ETLE pelanggar dapat terdeteksi secara maksimal, lain dengan cara-cara penegakan hukum secara konvensional," kata Budiyanto.

Kendati demikian, tambah Budiyanto, Polri harus menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk sumber daya manusia (SDM) dengan baik.

"Karena penegakan hukum sistem ETLE ini menggunakan sarana CCTV yang dipadukan dengan teknologi ANPR yang dapat merekam atau meng-capture objek secara otomatis. Kemudian, alat ini dikoneksikan dengan back office di Regional Traffic Management Centre (RTMC) yang diawaki petugas yang harus mampu menganalisa data yang masuk untuk menentukan pelanggaran, diback up alat bukti berupa rekaman dalam bentuk video atau foto," terangnya.

Budiyanto melanjutkan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah membuat perencanaan yang matang dengan didasari pengkajian dari aspek sosial, ekonomi, keamanan dan sebagainya.

"Kemudian, yang tidak kalah penting supaya pemberlakuannya pun dilakukan secara bertahap, sosialisasi, uji coba, pelaksanaan. Hal ini untuk memberikan ruang kesiapan baik petugas maupun masyarakat," katanya.

Budiyanto menuturkan, penindakan dengan sistem ETLE memang perlu segera dilakukan melihat perkembangan pelanggaran sepeda motor yang cukup memprihatinkan.

"Saya kira masyarakat akan mendukung dalam rangka untuk membangun budaya tertib berlalu lintas atau menciptakan lalu lintas yang berkeselamatan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com