Ujaran Kebencian, Ketua Ormas GOIB Jadi Tersangka

Ujaran Kebencian, Ketua Ormas GOIB Jadi Tersangka
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menetapkan Ketua Gerakan Ormas Islam Betawi (GOIB) Jakarta Timur Andy M Shaleh (58), sebagai tersangka terkait pemasangan spanduk bernada provokatif dan mengandung unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) tentang seruan aksi menolak keberadaan bioskop XXI di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. ( Foto: Beritasatu.com / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / FMB Kamis, 23 Januari 2020 | 20:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menetapkan Ketua Gerakan Ormas Islam Betawi (GOIB) Jakarta Timur Andy M Shaleh (58), sebagai tersangka terkait pemasangan spanduk bernada provokatif dan mengandung unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) tentang seruan aksi menolak keberadaan bioskop XXI di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur.

"Tim Subdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berhasil menangkap pembuat spanduk inisial AMS. Dia yang mengonsep sendiri, membuat, memesan, serta menyuruh memasang spanduk itu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/1/2020).

Dikatakan Yusri, tersangka Andy ditangkap di kediamannya, di kawaaan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (22/1/2020) kemarin.

"Jadi yang bersangkutan sudah kita lakukan pemeriksaan, unur-unsur pasal sudah memenuhi. Sekarang AMS kita tetapkan sebagai tersangka dan kita lakukan penahanan," ungkapnya.

Menyoal apa motif tersangka membuat spanduk bernada provokatif dan mengandung unsur SARA itu, Yusri menyampaikan, menyangkut masalah ekonomi.

"Sampai saat ini masih kami dalami, karena menurut pengakuan menyangkut ekonomi. Katanya ada perjanjian lama dengan masyarakat setempat. Tetapi kita masih mendalami apakah ada motif lain. Dia mendanai sendiri, membuat dan memesan," katanya.

Menurut Yusri, penanganan kasus ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian agar seruan bernada provokatif itu tidak melebar dan mengganggu situasi kondusif yang sudah terjaga di Jakarta.

"Spanduk yang terpasang di beberapa tempat langsung dicopot bersama teman-teman Polsek, Polres dan Koramil. Dalam rangka mencegah supaya situasi kondusif tetap terjaga," jelasnya.

Akibat pebuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 156 KUHP, Pasal 55 KUHP, Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi rasial dan etnis, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sebelumnnya diketahui, foto spanduk berisi seruan aksi menolak keberadaan bioskop XXI di Pusat Grosir Cililitan (PGC), beredar di media sosial. Spanduk yang diprakarsai Gerakan Ormas Islam Betawi alias GOIB, bertajuk "Ikutilah Aksi Demo Bela Agama Islam dan Pribumi", itu rencananya digelar sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat 17 Januari 2020 lalu. Pada spanduk itu, juga tertulis kalimat bernada provokatif dan rasial kepada salah satu suku tertentu.



Sumber: BeritaSatu.com