Lagi, Polisi Tangkap Pelaku Kasus Eksploitasi Seksual Anak di Jakut

Lagi, Polisi Tangkap Pelaku Kasus Eksploitasi Seksual Anak di Jakut
Konferensi pers Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menangkap enam orang tersangka terkait kasus eksploitasi anak-anak di bawah umur, Selasa 21 Januari 2020. ( Foto: dok )
Bayu Marhaenjati / FMB Jumat, 24 Januari 2020 | 16:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Polda Metro Jaya, menangkap satu orang yang diduga terlibat dalam kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur, di Kafe Khayangan, Jalan Rawa Bebek RW 13, Penjaringan, Jakarta Utara. Sementara, satu orang masih dalam pencarian alias buron.

"Menyangkut adanya tindak pidana eksploitasi anak yang kemarin ada enam tersangka, hari ini berhasil kita amankan satu lagi. Sementara, tim dari Ditreskrimum sedang menjemput tersangka itu ke rumahnya. Inisialnya nanti saya sampaikan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Jumat (24/1/2020).

Dikatakan Yusri, peran pelaku mencari dan menjual anak di bawah umur kepada "mami" untuk melayani pria hidung belang di kafe remang-remang itu.

"Perannya dia itu mencari dan menjual. Memang ada informasi ada dua. Tapi satu yang kita ambil saat ini, satu masih DPO," ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membongkar kafe remang-remang yang menyajikan jasa "esek-esek" dan menangkap enam tersangka, di Jalan Rawa Bebek RW 13, Penjaringan, Jakarta Utara. Ditemukan 10 anak di bawah umur dipaksa melayani pria hidung belang setiap hari.

Tersangka yang ditangkap berinisial R alias mami A, perannya memaksa anak melayani hubungan badan kepada para tamu, sekaligus pemilik Kafe Khayangan. Kemudian, tersangka A alias mami T, perannya muncikari.

Selanjutnya, tersangka D dan TW perannya mencari dan menjual anak -satu anak dijual Rp 750.000 hingga Rp 1,5 juta bergantung penampilan-. Tersangka A selaku calo muncikari, dan terakhir tersangka E berperan selaku timer, cleaning service, penjaga kamar, pencatat, dan pengumpul bayaran korban.

Satu kali kencan, pria hidung belang membayar Rp 150.000. Dari sana korban hanya mendapatkan Rp 60.000, sisanya untuk mami. Setiap hari korban diminta melayani 10 kali. Jika tidak memenuhi target akan dikenakan denda Rp 50.000.



Sumber: BeritaSatu.com