Marak Tawuran, Pemkot Bogor Evaluasi Sistem Pengawasan Pelajar

Marak Tawuran, Pemkot Bogor Evaluasi Sistem Pengawasan Pelajar
Ilustrasi Tawuran Pelajar ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Vento Saudale / WBP Minggu, 26 Januari 2020 | 16:26 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) akan melakukan evaluasi sistem pengawasan pelajar lantaran dalam sepekan sudah ada enam pelajar yang menjadi korban tawuran.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku geram dan berencana memanggil seluruh kepala sekolah guna menekan tindak kriminal yang melibatkan remaja tersebut.

“Senin besok, saya akan undang semua kepala sekolah SMA segera. Karena kembali jatuh korban jiwa. Harus kita evaluasi lagi koordinasi dan sistem pencegahan kita,” kata Bima Arya, Minggu (26/1/2020).

Dia mengatakan, pemkot juga akan lebih mengintensifkan patroli kota untuk mencegah tawuran susulan. Selain itu, dia meminta pelajar tidak keluar malam dan bergerombol. Hal ini untuk mencegah agar tidak ada lagi tawuran. “Imbauan tidak keluar malam dan bergerombol untuk pelajar dan razia sajam,” tegas Bima Arya.

Sejauh ini, Bima belum mengetahui persis penyebab tawuran yang terjadi di Jalan RE Martadinata hingga menyebabkan korban Damar (17) meninggal dunia. “Masih kita dalami motifnya. Apakah insiden yang tidak terencana atau memang sudah direncanakan,” ujar Bima Arya.

Sekadar diketahui, dalam sepekan ini aksi tawuran pelajar menyebabkan lima korban luka dan satu meninggal dunia. Pertama, kejadian terjadi di Cimahpar tepatnya di depan Cico Resort, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa (21/1/2020). Ada tiga korban luka bacok, satu di antaranya harus kehilangan pergelangan tangan kanannya.

Kemudian, tawuran pelajar terjadi di Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara sekitar pukul 22.30 WIB Jumat (24/1/2020). Ada satu korban luka akibat bacokan senjata tajam.

Terakhir, tawuran pelajar terjadi di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Bogor Tengah sekitar pukul 01.00 WIB Sabtu (25/1/2020). Di mana ada dua korban luka bacok, satu di antaranya harus meregang nyawa.



Sumber: BeritaSatu.com