Polres Bogor Tangkap 4 Bos Penambang Emas Ilegal

Polres Bogor Tangkap 4 Bos Penambang Emas Ilegal
Empat penambang liar tanpa izin yang diamankan di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (6/2/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale)
Vento Saudale / FER Kamis, 6 Februari 2020 | 21:02 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Polres Bogor bersama Kodim 0621 dan Denpom Bogor berhasil mengungkap praktek tindak pidana Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kampung Pananggungan RT 02/03, Desa Banyuasih, Cigudeg Kabupaten Bogor.

4 Lokasi Penambangan Emas Ilegal Disegel

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Muhammad Joni, mengatakan, selain mengamankan empat orang bos gurandil, petugas gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa 130 karung berisi batuan mengandung emas, 89 gulundungan, alat-alat pengolahan emas, enam botol zat kimia mercuri dan lainnya.

"Barang bukti berupa 130 karung berisi batuan mengandung emas, 89 gulundungan, alat-alat pengolahan emas, enam botol zat kimia mercuri dan lainnya ini kami amankan dari 1 lubang PETI dan 3 pengolahan emas. Kegiatan PETI ini telah merusak lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat hingga kami pun mengambil tindakan tegas," papar Muhammad Joni, di Mapolres Bogor, Kamis, (6/2/2020).

Sementara, Kasat Reskrim Polres Bogor, Ajun Komisaris Benny Cahyadi menuturkan, untuk menuju lokasi lubang PETI, 40 personil gabungan TNI dan Polri harus berjalan selama empat jam dari lokasi pengolahan emas di Desa Banyu Asih ke atas Gunung Sidamanik tepatnya Desa Sinar Asih, Cigudeg lokasi lubang PETI.

KLHK Jerat Pelaku Tambang Emas Ilegal 

"Dibutuhkan banyak personel dan juga tim gabungan untuk mengungkap tindak pidana PETI ini, lokasi lubang PETI berada di atas gunung dan jauh dari pemukiman warga. Agar efektif, kami selama melaksanakan operasi ini menginap dua hari di lokasi," tutur Benny.

Benny mengatakan, total ada 6 bos gurandil yang berhasil diamankan oleh jajarannya sejak operasi Januari lalu. Para pelaku diamankan karena masih tertangkap tangan melakukan penambangan ilegal pun sudah ada imbauan agar tindak pidana yang merusak lingkungan ini jangan dilakukan lagi.

Polisi Tangkap Penambang Liar di Bogor

"Pascabanjir bandang dan longsor lalu kami sudah melakukan tindakan pencegahan berupa melarang tindakan pidana PETI, karena para pelaku ini masih membandel akhirnya kami tangkap," tandas Benny.

Para pelaku dikenakan pasal 161 dan atau pasal 158 juncto pasal 37 Undang-undang (UU) nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp10 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com