Pengemudi Ajak Duel Polantas Ditahan

Pengemudi Ajak Duel Polantas Ditahan
Tohap Silaban, pengendara mobil yang diduga melawan petugas saat hendak ditilang, ditangkap aparat Polres Jakbar dan menjadi tersangka, Sabtu 8/2/2020). ( Foto: istimewa )
Bayu Marhaenjati / JAS Minggu, 9 Februari 2020 | 20:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Barat, menahan tersangka Tohap Silaban, pengemudi Toyota Agya B 2340 SIH yang melawan saat hendak ditilang dengan cara mencekik dan mendorong polisi lalu lintas, di Jalan Tol Angke, Jakarta Barat.

"Ya sudah ditahan," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi, Minggu (9/2/2020).

Dikatakan Arsya, tersangka dijerat pasal berlapis karena melawan petugas, termasuk kedapatan membawa senjata tajam tanpa izin.

"Dikenakan Pasal 2 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 (terkait membawa senjata tajam), Pasal 335 ayat 1 (tentang perbuatan tidak menyenangkan), dan Pasal 212 KUHP (melawan petugas)," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Tohap Silaban mengajak duel anggota polisi yang akan menilangnya, di Jalan Tol Angke, Jakarta Barat, Jumat (7/2/2020) kemarin.

Kronologi kejadian bermula ketika Brigadir Eko Budiarto yang sedang patroli dan melintas di Gerbang Tol Angke 2, melihat banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan diduga menghindari sistem ganjil-genap, sekitar pukul 09.30 WIB, Jumat (7/2/2020) kemarin.

Sejurus kemudian, Brigadir Eko membunyikan sirine mobil serta meminta agar kendaraan yang parkir melanjutkan perjalanan. Namun, ada satu kendaraan Toyota Agya B 2340 SIH yang dikemudikan Tohap, tidak mau jalan.

Brigadir Eko kemudian turun dan menanyakan kelengkapan surat kendaraan, serta menerangkan kalau berhenti di bahu jalan dilarang kecuali keadaan darurat. Pada saat itu melintas juga mobil patroli yang dikemudikan korban Bripka Rudy Rustam.

Selanjutnya, Brigadir Eko meminta petunjuk kepada Bripka Rudy, dan akhirnya dilakukan penilangan karena sudah melanggar peraturan lalu lintas.

Ketika Bripka Rudy sedang menulis surat tilang, Tohap tidak terima, kemudian mendorong, mencekik serta mengajak berkelahi. Peristiwa itu, sempat direkam Brigadir Eko dan dilaporkan ke Polsek Tanjung Duren.

Setelah menerima laporan, penyidik Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Tanjung Duren mencari Tohap yang ternyata tidak pulang ke rumahnya. Tohap akhirnya berhasil ditangkap di sebuah kafe, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat malam.



Sumber: BeritaSatu.com