Polisi Tangkap Artis Edarkan Kokaina

Polisi Tangkap Artis Edarkan Kokaina
Ilustrasi kokaina. ( Foto: healthline.com )
Bayu Marhaenjati / JAS Senin, 10 Februari 2020 | 15:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aparat Sub Direktorat II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menangkap seorang artis perempuan bernama Nani Darham alias NAD, terkait kasus dugaan peredaran narkotika jenis kokaina di Jakarta. Polisi menyita barang bukti 22,98 gram kokaina.

Kepala Bidang Hubungan Masyatakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula ketika penyidik menangkap dua tersangka berinisial JA dan WED, terkait adanya peredaran narkotika jenis kokaina.

Keduanya ditangkap di lobi salah satu apartemen di Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, tanggal 2 Februari 2020. Penyidik mendapatkan informasi dan menyelidiki kasus ini sejak satu bulan belakangan.

"Berhasil diamankan dua orang berinisial JA dan WED, dan ditemukan 14,86 gram kokaina," ujar Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/2/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik kemudian menembangkan kasus ini dengan menggeledah rumah tersangka JA, dan ditemukan barang bukti 8,12 gram kokaina di kawasan Tambun, Bekasi, sementara dari tangan WED polisi turut menyita sembilan butir happy five.

"Tim melakukan pendalaman, hasil pemeriksaan mereka memesan dari inisialnya NAD," ungkapnya.

Penyidik melakukan pengembangan dan menangkap Nani Darham alias NAD, di Apartemen Verde Tower Utara, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (4/2/2020). Pada saat digeledah polisi tidak menemukan barang bukti kokaina, tetapi kemudian menyita 0,88 gram sabu-sabu dari tangan artis perempuan yang pernah bermain dalam film Air Terjun Pengantin itu.

Penyidik, tambah Yusri, masih memburu siapa bandar kokaina yang diedarkan Nani. Informasinya, Nani mendapatkan barang haram itu dari seseorang di luar negeri.

"Masih kami selidiki. Kami sudah dapatkan namanya, tetapi belum bisa disampaikan karena dalam proses penyidikan. Berdasarkan dari keterangan NAD mendapat narkotika jenis kokaina tersebut dari pengiriman paket luar negeri," katanya.

Yusri mengungkapkan jaringan peredaran narkotika jenis kokaina ini diduga sudah berjalan selama 1 tahun. Nani menerima pesanan dari pengguna, kemudian memesan barang haram itu melalui media sosial kepada bandarnya di luar negeri.

"Keterangan awal sudah sekitar satu tahun. Dia (Nani) pengedar, orang pesan kepada dia. Ini masih berkembang terus karena kemungkinan masih ada lagi pelaku lain. Sistemnya dengan cara memesan delivery order menggunakan media sosial," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana menegaskan, tim penyidik tengah memburu bandar atau pemasok barang bukti kokaina yang diduga berasal dari luar negeri itu.

"Tim masih bergerak karena diduga bandarnya ini datang dan pergi ke Indonesia dengan waktu-waktu tertentu, tetapi identitasnya sudah kami ketahui. Tunggu waktu tepat kita tangkap," katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.