Polrestro Bekasi Kota Segera Panggil Paksa Pelaku Penipuan Jemaah Umrah dan Haji

Polrestro Bekasi Kota Segera Panggil Paksa Pelaku Penipuan Jemaah Umrah dan Haji
Beritasatu.com ( Foto: Beritasatu.com )
Mikael Niman / JAS Rabu, 12 Februari 2020 | 19:59 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Penyidik Polrestro Bekasi Kota akan memanggil paksa pelaku penipuan ratusan jemaah haji dan umrah asal Kota Bekasi, Semarang, Pandeglang, serta Jakarta. Penipuan tersebut membuat jemaah gagal berangkat ke Tanah Suci.

Penyidik akan memanggil paksa pelaku bernama Mariska, pemilik biro jasa haji dan umrah, PT Alghany Assalam‎.

"Apabila terlapor (Mariska) tidak kooperatif memberikan barang bukti, kami akan melakukan pemanggilan paksa segera," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, Rabu (12/2/2020).

Dia menjelaskan, saat ini penyidik telah meningkatkan kasusnya menjadi penyidikan. "Kami sudah melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut," tuturnya.

Sekitar 400 korban penipuan travel haji dan umrah dari berbagai daerah, telah mendatangai Mapolrestro Bekasi Kota maupun Ke Mapolrestro Jakarta Timur.

Mereka melaporkan, dugaan penipuan yang dilakukan bos biro haji dan umrah, Mariska dan suaminya, Hakim Abdullah (alm).‎ Rata-rata para korban, tidak jadi diberangkatkan sejak dua-tiga tahun lalu.

"Saya mengkoordiniasi 57 jemaah di wilayah Bekasi. Total jemaah ada sekitar 400 orang dari berbagai wilayah. Sampai detik ini pun, tidak ada iktikad baik dari Mariska," kata koordinator wilayah Bekasi, Suroto.

Kerugian para jemaah diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

PT Alghany Assalam berkantor di wilayah Bekasi Utara dan memiliki kantor pusat di Cipinang, Jakarta Timur.

‎Para korban tertipu dengan biaya murah berangkat haji dan umrah.

Biaya ongkos naik haji (ONH) plus sebesar Rp 60 juta. Sementara untuk biaya umrah, berkisar Rp 15 juta-16 juta. Korban penipuan ini membayar  biaya haji dan umrah ke nomor rekening pribadi pemilik biro, bukan ditransfer ke rekening perusahaan.

Setelah melunasi biaya keberangkatan, para jemaah juga telah melaksanakan pelatihan manasik haji dan umrah namun hingga kini belum juga diberangkatkan. "Kami hanya diberi janji-janji keberangkatan," ungkapnya.

Dia berharap, Kepolisian segera menuntaskan kasus penipuan dengan memanggil paksa terlapor.



Sumber: BeritaSatu.com