Diancam 5 Tahun Penjara, Perampas HP Polisi Minta Maaf

Diancam 5 Tahun Penjara, Perampas HP Polisi Minta Maaf
Pengendara mobil Chevrolet B 1461 KZG berinisial AR (26) asal Bekasi meminta maaf kepada polisi. AR nekat merampas handphone (HP) anggota Satlantas, Jakarta Barat, Selasa (11/2/2020). ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Rabu, 12 Februari 2020 | 20:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengendara mobil Chevrolet B 1461 KZG berinisial AR (26) asal Bekasi meminta maaf kepada polisi.

AR nekat merampas handphone (HP) anggota Satlantas, Jakarta Barat, Selasa (11/2/2020) karena tak terima ditilang saat menerobos jalur khusus Bus Transjakarta atau Busway.

"Saya meminta maaf kepada korban dan jajaran Kepolisian bahwa saya telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum," kata AR di kantor Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (12/2/2020).

Pelaku merupakan pemuda asal Narogong, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Achmad Ardhy mengatakan, kejadian bermula saat Aiptu Suhartono mengatur lalu lintas di kawasan Jalan Panjang Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Suhartono kemudian menilang mobil Chevrolet B 1461 KZG lantaran masuk Busway. Bukannya kooperatif, AR kemudian merampas ponsel Aiptu Suhartono saat hendak memberikan surat tilang.

"AR ditilang karena mobilnya melanggar masuk jalur busway, disetop sama polisi dan dilakukan penilangan. Yang kedua mobil difoto pakai HP polisi kemudian pelaku tidak terima mobilnya difoto-foto," kata Ardhy.

"Pelaku tidak terima dan langsung rampas HP polisi itu dan bawa kabur HP polisi," sambung Ardhy.

Aiptu Suhartono lantas melaporkan ini ke Polsek Kebon Jeruk. Mendapatkan laporan, polisi langsung memburu dan mengamankan pelaku di rumahnya di Bekasi

"Alhamdulillah pelaku berhasil kami amankan di kediamannya di daerah Bekasi," ujar Ardhy.

AR terancam hukuman 5 tahun penjara karena dianggap melanggar Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan.



Sumber: BeritaSatu.com