Polisi Susun Berkas Kasus Anak Tusuk Ibu di Tomang

Polisi Susun Berkas Kasus Anak Tusuk Ibu di Tomang
Ilustrasi penusukan. ( Foto: ist )
Bayu Marhaenjati / FMB Jumat, 14 Februari 2020 | 10:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi tengah menyusun berkas kasus anak berinisial CCS (18) yang menusuk ibu kandungnya TS (47) menggunakan gunting, di kediamannya Jalan Rawa Kepa 6 Nomor 746 RW 15 Kelurahan Tomang, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Polisi masih mendalami apa motifnya.

"Kasus masih kita lanjutkan terus, nanti yang memutuskan si anak ini bersalah atau tidak biar pengadilan. Walaupun dia misalnya dianggap tidak sehat kejiwaannya, tapi tetap kita jalan terus kasusnya biar nanti pengadilan yang memutuskan," ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Mubarak kepada Beritasatu.com, Jumat (14/2/2020).

Dikatakan Mubarak, penyidik sedang menyusun berkas perkara kasus penganiayaan itu. Sejauh ini, sudah lebih dari lima orang saksi yang dimintai keterangan.

"Berkas jalan terus. Kita sudah periksa saksi, sudah lebih dari lima. Tetangga sama pihak sekuriti yang melihat," ungkapnya.

Mubarak menyampaikan, penyidik masih menunggu hasil dari Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Grogol, terkait kondisi kejiwaan tersangka CCS.

"Belum keluar hasilnya, dua minggu. Rumah sakit minta 14 hari. Sekarang masih dilakukan pemeriksaan intensif terhadap anak. Anak ini harus dikasih obat penenang supaya tidak menjerit, teriak-teriak dan berontak. Ibunya sendiri masih belum sadar, masih dirawat di rumah sakit," katanya.

Menurut Mubarak, penyidik belum bisa memastikan apa motif atau latar belakang kasus penusukan ini.

"Motifnya ini kita belum bisa pastikan karena si anak ini belum bisa diajak komunikasi, sementara si ibu juga belum sadar. Setelah ada hasil komunikasi dari pihak rumah sakit baik rumah sakit tempat korban, atau tersangka sudah bisa diajak komunikasi nanti kita kasih tahu perkembangan selanjutnya," jelasnya.

Ihwal ada kabar motifnya karena tersangka keranjingan game online, Mubarak menuturkan, hal itu baru berdasarkan keterangan saksi. Termasuk, soal ibunya diduga melarang tersangka pacaran. Namun, belum dipastikan apakah kedua hal itu yang menjadi latar belakang tersangka marah dan menusuk ibunya.

"Betul dari keluarga korban, keseharian si anak ini suka main game online di tablet. Tabletnya sudah kita sita juga. Untuk menyatakan game kekeraaan atau tidak, kita tunggu hasil lab dulu, sedang diperiksa tabnya. Itu (soal larangan pancaran) juga merupakan kesaksian dari beberapa saksi. Jadi tiga hari sebelumnya, anak ini minta dinikahkan atau pacaran tidak disetujui, marah," katanya.

"Tapi untuk pastinya nanti ya, setelah hasilnya (kejiwaan) keluar dari rumah sakit. Mudah-mudahan ibunya juga sadar bisa kita ajak komunikasi, mungkin bisa membantu juga memberikan keterangan," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, seorang pemuda berinisial CCS, nekat menusuk ibunya TS menggunakan gunting lantaran diduga depresi, di kediamannya Jalan Rawa Kepa 6 Nomor 746 RW 15 Kelurahan Tomang, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2020) lalu. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kepala, perut dan tangan. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta.



Sumber: BeritaSatu.com