Tersangka IF 3 Kali Beri Psikotropika ke Lucinta Luna

Tersangka IF 3 Kali Beri Psikotropika ke Lucinta Luna
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah), bersama Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Audie S Latuheru (dua kiri) beserta jajaran menunjukan barang bukti saat menyampaikan keterangan pers pada rilis kasus narkoba yang menjerat artis Lucinta Luna di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu, 12 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / AB Jumat, 14 Februari 2020 | 14:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi telah menetapkan IF alias Flo sebagai tersangka lantaran telah tiga kali menyuplai obat psikotropika kepada tersangka Ayluna Putri alias Lucinta Luna alias LL.

"Hasil pengembangan dari pada kasus ini, kita berhasil mengamankan satu orang lagi yang merupakan rekan dari saudari AP alias LL. Kita amankan seseorang berinisial IF alias Flo. Hasil pemeriksaan awal, betul bahwa obat itu dapatnya dari IF," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (14/2/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik sudah mendalami dari mana IF mendapatkan obat keras riklona dan tramadol itu. Berdasarkan keterangan sementara, dia memperolehnya dari dokter di salah satu rumah sakit di Jakarta.

"Sudah kita dalami dari mana dapatkan obat riklona ini. Pengakuannya bahwa ini adalah resep dari dokter salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta. Rencana kita lakukan pemanggilan dokter. Mudah-mudahan hari ini atau besok, akan kita lakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Yusri menyampaikan IF sudah tiga kali memberikan obat riklona kepada Lucinta yang terlahir dengan nama Muhammad Fatah.

"IF mengatakan bahwa sudah sekitar tiga kali menyerahkan obat riklona kepada LL, karena memang obat ini menurut yang bersangkutan adalah obat tidur untuk depresi. Ini masih kita dalami juga, makanya kita harus minta keterangan ahli dari dokter, apakah memang betul obat itu dan jenisnya apa," katanya.

Yusri menuturkan IF menjual obat keras itu dengan harga Rp 500.000. Sampai saat ini sesuai pengakuannya baru menjual obat tersebut kepada Lucinta Luna.

IF, lanjutnya, merupakan teman Lucinta yang bekerja sama dalam suatu usaha. Dia juga awalnya seorang laki-laki yang kemudian mengubah dirinya menjadi perempuan.

"Dia adalah transgender sejak 2015 di Pengadilan Negeri Sumedang, pergantian status dari laki-laki ke wanita. Putusan pengadilan sudah kita pegang. Keduanya seorang wanita berdasar putusan pengadilan. LL (berganti status) tahun 2019, IF tahun 2015," sebutnya.

Ketika ditanya apakah IF masuk dalam jaringan narkoba yang mengedarkan obat psikotropika ke kelompok transgender, Yusri mengatakan sejauh ini IF bekerja sendiri dan baru menjual obat tersebut kepada Lucinta.

"IF bekerja sendiri, tetapi akan didalami. Lucinta merasa depresi dan minta bantuan ke IF untuk dapat obat," katanya.

Atas perbuatannya, IF dijerat Pasal 60 ayat (1) subsider Pasal 62 juncto Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com